Kudus  

Harga Cabai Naik, Stok Pangan Aman

PERSIAPKAN: Hj. Wati salah satu pedagang sembako Pasar Kliwon saat mempersiapkan dagangannya, Senin (6/12). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai di Kabupaten Kudus kembali melejit. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga cabai mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga normal. Meski demikian, Dinas Perdagangan (Disperdag) Kudus memastikan bahwa stok bahan pangan hingga akhir tahun tetap aman.

Kepala Disperdag Kudus Sudiharti, melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen, Imam Prayitno mengatakan, pihaknya telah memastikan stok pangan di Kudus hingga akhir tahun tetap dapat terpenuhi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang meski beberapa kebutuhan mengalami kenaikan harga.

“Kami sudah cek ke lapangan, untuk kebutuhan pokok dipastikan aman sampai akhir tahun ini. Tapi memang cabai rawit dan cabai keriting sedang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Bahkan sampai dua kali lipat Senin (6/12),” ujarnya, Senin (6/12).

Menurut Imam, Nataru bukan menjadi satu-satunya faktor terjadinya kenaikan harga cabai. Akan tetapi, cuaca juga memiliki peranan penting. Sebab pada musim hujan, komoditas cabai rawan terkena penyakit dan mengalami gagal panen.

“Sebenarnya justru yang menjadi faktor utama kenaikan harga cabai adalah cuaca. Musim hujan seperti ini komoditas cabai itu rawan sekali. Kalau sampai terkena penyakit ya sudah, pasti gagal. Maka dari itu harga cabai saat ini meroket,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pedagang sembako Pasar Kliwon, Hj. Wati (55) menyebutkan, kenaikan cabai telah terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok memang sudah umum terjadi. Terlebih jelang momen Nataru seperti saat ini.

“Sudah sekitar seminggu cabai naik. Cabai rawit yang biasanya Rp 30.000 sekarang bisa Rp 62.000 per kilonya. Cabai keriting yang biasanya Rp 15.000 juga hari ini Rp 40.000. Hampir tiga kali lipat. Selain itu harganya normal,” tandasnya. (abd/ern)