TREN bisnis kopi banyak diminati oleh masyarakat. Sebab, bisnis kopi sangat menjanjikan. Salah satu jenis kopi yang banyak dilirik para supplier adalah kopi petik merah asli Desa Seklotok, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.
Salah satu supplier asal Kota Semarang, Kabul Nurrochman menyampaikan biji kopinya langsung dipetik dari kebunnya. Apalagi, wilayah itu (Seklotok) memproduksi kopi petik merah sangat banyak, sehingga diminati para pebisnis kopi.
“Awalnya usaha Kopi Enyong sejak September 2019, karena saat itu saya mengikuti Komunitas Home Enyong di Desa Seklotok, Singorojo. Dari situ diadakan penyuluhan ke petani agar bisa menciptkan kopi kualitas terbaik. Kita adakan penyuluhan memetik kopi merah dengan sentuhan tertentu. Setelah itu, pada 2020 berani membeli kopi kualitas merah dengan harga tinggi. Bertujuan para petani lebih semangat saat panen,” papar Kabul, belum lama ini.
Lebih jauh, ia menjelaskan perbedaan kopi petik merah yaitu mulai dari rasa buah kopi bahkan pahitnya kopi. Terasa sangat kental, namun aman untuk kesehatan.
“Pasti ada bedanya. Kalau kopi Enyong spesial petik merah, tidak asal metik yang masih hijau buahnya. Sehingga rasanya lebih enak dan aman bagi kesehatan. Karena kopinya matang semuanya. Rasa buahnya masih terasa, pahitnya akan muncul, kalau diseduh sama gulanya memiliki rasa masing masing. Dilidah juga pahitnya terasa, gulanya juga terasa,” ungkapnya.
Meski Kabul mengutamakan kualitas, ia pun menjual kopi bermerek Enyong ini sangat terjangkau semua kalangan. Kabul juga menghimbau, para pecinta kopi untuk bisa lebih jeli untuk memilih kopi kualitas atau tidaknya. Sebab, minum kopi juga harus aman untuk kesehatan. (dik/gih)










