Figur  

Bermula Iseng, Elyn Kini Tekuni Voice Over

Elyn Windiyastuti
Elyn Windiyastuti. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

ELYN Windiyastuti mulanya diajak temannya untuk mengenal dunia voice over atau suara latar. Ia pun iseng mencoba-coba. Setelah mendapat apresiasi, ia kemudian tekun mengasah kemampuannya.

“Awalnya, saya mencoba voice over membantu teman untuk mengisi konten Youtubenya. Ternyata, saya bisa siaran dubing di konten itu. Dari situ, teman-teman mengapresiasi hasil voice over saya. Hingga saya pernah berfikir saat itu, profesi voice over bisa menjadi ladang pundi-pundi rupiah,” kata Elyn, Senin (10/1/22).

Saat kuliah kerja nyata (KKN) di kampusnya, ia kembali diminta rekannya yang sedang memiliki projek. Ia pun mengiyakan permintaan tersebut. Elyn tak menyangka, menjadi voice over bisa mendapatkan bayaran yang lumayan.

“Awalnya benar-benar cuek profesi itu. Ternyata bisa mendapatkan rezeki. Mulai projek chanel Youtube hingga job lainnya. Meskipun awalnya meminta tolong, sekarang sudah ada penghasilannya,” ujarnya.

Saat disinggung terkait berapa penghasilan dari voice over, ia mengaku per bulan mampu mendaptkan jutaan rupiah. “Rata-rata per bulan saya bisa hampir Rp 2 juta,”ungkapnya.

Dara alumni UIN Walisongo ini memiliki dua keinginan untuk saat ini. Yakni pertama ingin lebih fokus ke profesi voice over-nya. Kedua, ingin membuat komunitas perkumpulan voice over tallent di daerahnya maupun seluruh Jateng.

“Intinya, sekarang ingin lebih menguasai ilmu voice over. Sebab, saya saat ini lebih utamanya news anchor di salah media nasional ternama. Kedepannya, saya ingin totalitas saja sih. Kedua ingin  punya komunitas voice over tallent belajar bareng bisa mengembangin karir bareng-bareng,” paparnya.

Terkahir, dara kelahiran Kabupaten Kendal berpesan kepada rekan-rekan lainnya yang sedang ingin menekuni profesi voice over yaitu rajin mendengarkan tallent voice over di media TV maupun media sosial.

“Sering-sering mendengarkan voice over lainnya. Kaya layanan iklan melibatkan voice over. Jangan melihat visualnya tapi intonasinya gimana. Kalau mau ke berita, bisa mendengarkan voicer over pembawa berita. Entah di TV maupun Youtube,” kata dara kelahiran tahun 1997 itu. (dik/gih)