BREBES, Joglo Jateng – Kondisi perekonomian di Desa Sindangjaya Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Jawa Tengah yang merupakan kelas menengah kebawah karena mayoritas mata pencaharian warga disini adalah sebagai petani bawang merah. Kondidi ini menarik perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata MIT DR Ke-13 UIN Walisongo Semarang kelompok 9.
Pada Minggu (20/02) mahasiswa KKN MIT DR Ke-13 UIN Walisongo berinisiatif melakukan kegiatan wawancara dengan salah satu warga di Desa Sindangjaya terkait keluh kesah warga Sindangjaya tentang naik turunya harga bawang merah yang seringkali merugikan para petani bawang merah. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu memakai masker, dan tetap menjaga jarak.
Rosad (57), salah satu warga mengatakan, harga bawang merah selalu tidak stabil tiap tahunya, harga akan sangat anjlok pada bulan 12 hingga bulan ke-1 diawal tahun dan bulan ke-8, sedangkan untuk modalnya sendiri saya biasanya minjam ke bank karena butuh modal yang besar. Kebanyakan warga disini memang meminjam ke bank untuk modal bertani.
“Jadi saya dan warga disini selalu sangat khawatir terkait harga bawang yang tak menentu dan kadang-kadang suka bikin geleng-geleng kepala karena harga yang di patok sangatlah murah dan tidak sebanding dengan petani yang bekerja keras dan modal yang besar, kalau harga sangat turun saya suka menangis karena memikirkan bayar hutang untuk modalnya sendiri dan kebutuhan lainya mengingat pemasukan saya hanya dari bertani,” ucapnya.
Karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar melihat para petani khusunya petani bawang merah di Desa Sindangjaya ini agar harga bawang merah selalu stabil dan lebih baik.
Niken (21), anggota KKN kelompok 9 mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menyampaikan keluh kesah warga Sindangjaya kepada pemerintah menggunakan tulisan, terkait naik turunya harga bawang merah karena kebanyakan warga disini pengasilan utama dan satu satunya dari panen bawang merah itu sendiri. “Semoga pemerintah bisa melihat tulisan ini,” ujarnya. (hms/gih)










