KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar acara soft launching Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (21/3). Keberadaan MPP sendiri merupakan wujud komitmen Pemkab Kudus, dalam meningkatkan pelayanan publik.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, kehadiran MPP diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai jenis layanan instansi pemerintah. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Kabupaten Kudus, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Dengan beroperasinya MPP ini, semoga masyarakat dapat semakin mudah mengakses berbagai jenis layanan instansi yang dibutuhkan. Semua ini tentunya dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga ini bisa semakin mengefisiensikan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, MPP memiliki 387 jenis layanan dari 24 instansi yang tergabung. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Kabupaten Kudus, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“MPP sendiri kini telah berisi 24 gerai dengan total 387 jenis pelayanan. Mulai dari yang terbanyak 166 layanan dari DPMPTSP Provinsi, kudian 97 layanan dari DPMPTSP Kudus, dan 124 layanan dari dinas-dinas lainnya yang tergabung,” jelasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya MPP, investor dapat semakin tertarik untuk berinvestasi di Kota Kretek. Terlebih dengan adanya perubahan peraturan daerah nomor 16 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang menambah luas lahan untuk industri, dari 1.132 hektare menjadi 2.258 hektare.
“Dengan kehadiran MPP ini, diharapkan dapat meningkatkan kemudahan berusaha di Kudus. Selain itu, semoga iklim berusaha akan semakin lebih mudah. Terutama terkait perizinan yang lebih cepat, terpadu, efektif, dan efisien,” pungkasnya. (abd/fat)










