PEMALANG, Joglo Jateng – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo menjadi saksi pada pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Pelang Merah Indonesia (PMI) Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (22/3). Gus Yasin menekankan kepada semua pengurus bahwa kesiapsiagaan harus terus dilakukan. Karena seluruh wilayah di Jateng merupakan daerah rawan bencana.
Gus Yasin mengatakan, untuk para pengurus yang terpilih, terus memegang tujuh prinsip. Yaitu, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Serta harus bersinergi dan mendedikasikan kemanusiaannya. Karena PMI bukan hanya menanggulangi donor darah, tapi juga kebencanaan.
“Kalau peta bencana di Jateng, tidak ada yang tidak rawan. Semuanya rawan. Kita harus antisipasi semua. Seluruh kader, relawan, baik itu PMI maupun dari BPBD itu harus siap. Juga dari kawan-kawan relawan kebencanaan juga harus siap,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (22/3).
Apabila bencana terjadi, lanjutnya, penanganan bencana harus dilakukan dengan terkoordinasi. Karena koordinasi penting. Agar komandonya jelas dan tidak ada kesalahan dalam menangani bencana. “Kalau ada bencana jangan berjalan sendiri-sendiri. Harus berkoordinasi terus,” tutur Wagub yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah kabupaten/ kota yang mampu mengkoordinasikan penanganan bencana dengan baik, bersama seluruh pihak yang terlibat. Antara lain PMI, BPBD, dan relawan dari organisasi kemasyarakatan.
Untuk ketersediaan alat Plasma Konvalesen yang masih minim di Jateng, ia menambahkan, pihaknya akan mencoba memaksimalkan dan memenuhi kebutuhan plasma. Saat ini alat plasma tersebut yang terdekat dari Pemalang, baru ada di Pekalongan.
“Yang lebih penting adalah ketersediaan darah saat ini. Di mana menjelang Ramadan pasti akan surut jumlah pendonor. Tadi juga ada pendonor darah di sejumlah tempat ibadah non muslim,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengingatkan, kepada seluruh pengurus dan anggota PMI agar tetap siap siaga. Serta sistem dan prosedur penanganan kebencanaan harus disusun secara cermat. Karena saat ini masih terjadi peralihan musim atau pancaroba. Biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem, yang menjadikan potensi bencana di semua wilayah dapat terjadi.
“Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, diperlukan kesiapsiagaan yang tinggi. Baik pemerintah, maupun masyarakat, dan terutama bagi PMl Pemalang. Saya minta agar selalu memperhatikan sistem dan prosedur kegiatan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia atau relawan,” tuturnya. (fan/all)










