Momentum Waisak, Lintas Agama Bersilaturahmi

SENANG: Anak-anak saat perayaan Waisak di Vihara Tanah Putih, Senin (16/5). (DICKRI TIFANI BADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Umat Buddha di Kota Semarang merayakan perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Tanah Putih di Jalan dr Wahidin, Senin (16/5). Selain merupakan hari raya, Waisak juga menjadi momentum silaturahmi tokoh beragama dan kepercayaan berkumpul di vihara tersebut.

Berbagai tokoh agama tampak mesra bercengkrama meski berbeda keyakinan. Suasana itu sangat terasa dalam kegiatan yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Mereka datang ke Vihara Tanah Putih sekitar pukul 11.00 usai pelaksanaan ibadah Waisak. Mereka juga saling bertukar pengalaman dan memberikan dukungan kepada umat Buddhis yang sedang merayakan Waisak

Koordinator persatuan lintas agama (Pelita) Setiawan Budi merasa senang lantaran pada perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Tanah Putih itu bisa berkumpul berbagai agama dan keyakinan.

“Pesanya mari kita bersama-sama meneladani sang Budha dalam berbuat dharma kebajikan tanpa memandang suku, ras, agama, dan golongan,” katanya.

Tak hanya itu, ia bersama rekan-rekannya juga berbagi pengalaman saat hari raya Lebaran. Ia menceritakan, saat itu umat Budha ikut merayakan hari raya Lebaran dengan berbuka bersama. Dengan adanya hal itu, Setiawan menilai jika seringnya bertemu seperti ini, akan menjadi hubungan agama dan kepercayaan di Ibu Kota Jawa Tengah semakin erat dan dekat.

“Sering dilakukan, maka hubungan semakin erat dan dekat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Vihara Tanah Putih, Bhikkhu Cattomono Mahatera menyampaikan, acara ini merupakan detik-detik perayaan hari raya Waisak umatnya. Selain perayaan, pihaknya menjelaskan Waisak juga sebagai ajang silaturahmi pada suasana Idul Fitri kepada sesama lintas agama dan kepercayaan.

“Masih dalam suasana idul Fitri, maka menjadi kesempatan untuk halal bI halal dan silaturahmi, berkumpul dan makan bersama,” jelasnya. (dik/gih)