Harga Cabai Meroket, Tembus Rp100 Ribu per Kilo

MELIMPAH: Salah satu pedagang cabai saat tengah melayani pembeli di Pasar Induk Buah dan Sayur Pemalang, Kamis (9/6). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Harga komoditas bahan pokok khususnya cabai, kini meroket. Dinas Koperasi, Perindustrian UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemalang menilai kenaikan tersebut terjadi karena faktor cuaca buruk. Sehingga hasil panen para petani tidak maksimal dan membuat pasokan cabai turun drastis.

Kepala Diskoperindag Pemalang, Hepi Priyanto, melalui Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Perdagangan Tiyas Kusbudiarsih membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa kenaikan ini terjadi sejak sepekan lalu. Bahkan beberapa jenis sayuran juga naik harganya.

“Benar, sama seperti di daerah lain. Pemalang juga ada kenaikan untuk komoditas sayuran, khususnya cabai. Kenaikan ini terjadi hampir sepekan lalu. Dan menyebabkan pasokan menurun akibat petani banyak yang gagal panen. Permintaan di masyarakat juga sedang tinggi,” ucapnya di Kantor Diskoperindag, Kamis (9/6).

Ia menyampaikan, dari data yang didapatkan, beberapa cabai yang naik yaitu, cabai merah keriting sebelumnya Rp25.000 – Rp35.000/kg, sekarang Rp80.000/kg. Cabai rawit merah atau cabai setan, sebelumnya Rp30.000 – Rp35.000/kg, sekarang Rp100.000/kg. Untuk cabai rawit biasa, dari Rp20.000/kg, kini Rp55.000/kg.

Sementara itu, pedagang Pasar Pagi Pemalang, Sutarmi (49) mengatakan, kenaikan cabai ini sangat berdampak pada penjualannya. Sebab dirinya sebagai pedagang eceran kecil cukup kesulitan untuk meraih keuntungan. Untuk mengakalinya, ia membeli cabai dengan kualitas nomor dua, yang sudah layu namun tetap layak dijual kembali.

“Kalau pedagang kecil seperti saya ya susah sekali. Apalagi keuntungan sudah sangat tipis dan kenaikan yang begitu cepat membuat saya kehabisan modal untuk membeli barang lagi. Jadi saya mengakalinya dengan membeli cabai kualitas nomor dua. Tapi masih bisa dipakai dan tetap mendapatkan untung,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Heri (40) pedagang Pasar Induk Buah dan Sayur, ia menjelaskan, pasokan cabai dari luar daerah saat ini sangat sulit didapatkan. Meski begitu, kenaikan harga tersebut tidak berpengaruh pada niat beli masyarakat. Hanya saja kuantitas yang dibeli berkurang.

“Cabai ini saya ambil dari luar daerah. Karena di dalam kota sendiri pasokannya tidak banyak. Dan alhamdulillah walaupun harga melambung, tapi pembeli tetap banyak. Tapi jumlah pembeliannya yang berkurang,” ujarnya. (fan/all)