KUDUS, Joglo Jateng – Beredarnya pemberitaan media bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) hanya memberikan dana sebesar 10 Juta kepada Pesilat Kudus, Safira yang menjuarai World Pencak Silat Championship 2022, di Malaysia Minggu Kemaren.
Akhirnya, Ketua KONI Kabupaten Kudus, Imam Triyanto menanggapi, hal tersebut keliru. Pihaknya tetap memberikan apresiasi.
“Uang apresiasi pasti ada. Kami tidak akan menutup mata,” jelas Imam saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (2/8/2022)
Pihaknya menuturkan, telah memberikan uang pembinaan secara tunai sebesar lima juta rupiah. Bahkan sudah yang kedua kalinya, dalam hal ini sepuluh juta rupiah.
“Ketika pemberangkatan ke Singapura, kami beri uang saku sebanyak Rp 5 Juta, disusul Rp 5 Juta lagi saat di Malaysia. Bisa dibuktikan dengan tanda terima yang ada,” tuturnya.
Sehingga, menurutnya, KONI Kabupaten Kudus mendukung dan memastikan kesejahteraan atlet-atlet berprestasi dalam setiap kompetisi.
“Jadi tidak hanya dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang memberikan Rp 500 ribu. Tapi kami dua kali memberikan Rp 5 juta,” ujarnya.
Terkait anggaran IPSI yang baru diberikan sebesar Rp 10 juta dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang awalnya diusulkan Rp 100 juta. Pihaknya menjelaskan, sisanya akan diberikan sebagaimana kesepakatan.
“Tahun ini rencana akan kami tambah jadi totalnya Rp 50 juta, sesuai kesepakatan awal sebelumnya. Sebagai pelantikan pengurus nanti,” ujarnya
Lebih lanjut, Imam menyampaikan, terkait dana apresiasi belum mengetahui besarannya yang akan diberikan kepada Safira tersebut. Hingga saat ini, masih berkordinasi dengan IPSI Kudus.
“Itu sifatnya rahasia, tidak etis juga bukan ketika dipublish. Jadi kita menimbang eventnya, apakah resmi atau tidak,” pungkasnya. (cr2/fat)










