BATANG, Joglo Jateng – Harga telur di Pasar Batang sejak sepekan lalu terus merangkak naik. Sehingga membuat para pedagang mengeluhkan kenaikannya. Berbeda dengan komoditas bahan pokok lainnya, seperti cabai, bawang merah dan bawang putih yang kini mengalami penurunan.
Pedagang telur Titin (43) mengatakan, kenaikan telur terjadi sejak 15 Agustus lalu. Kenaikan yang terjadi cukup signifikan, sehingga berpengaruh pada omset penjualan.
“Semula Rp28.000 sekarang Rp31.000 per kg. Itu karena harga pakan ayam petelur naik, jadi harga telur ikut merangkak naik,” terangnya saat ditemui, di Pasar Kabupaten Batang, Senin (22/8).
Ia mengeluhkan, naiknya harga telur tentu berdampak pada penjualannya. Jika pasokannya lancar dan harga stabil, setiap hari ia bisa habis satu tong atau setara 10 kg. Beda dengan kondisi penjualan sekarang, cuma laku lima kg.
Lanjutnya, lain halnya jika distributor datang langsung, bisa dipastikan penjualan lancar. “Terkadang mereka tidak datang, jadi pasokannya terhambat, konsumen jadi tidak tercukupi kebutuhannya,” jelasnya.
Hal itu berbanding terbalik dengan komoditas bahan pokok lainnya. Sudah sebulan terakhir harga cabai meningkat tajam, hingga hampir menyentuh angka Rp60.000 per kg. Akan tetapi kini perlahan harga terkoreksi, sehingga turut meningkatkan penjualan pedagang. Hal itu disebabkan selama Juli lalu, pasokan yang langka, sehingga menyebabkan harga melambung tinggi.
Pedagang cabai Solikhati (45) mengatakan, namun sejak awal Agustus, perlahan harga cabai di pasar tradisional mulai turun. Perlahan penjualan ke komsumen juga mulai stabil.
“Cabai keriting sebelumnya Rp55.000 per kg, sekarang Rp45.000 per kg, rawit merah Rp60.000 jadi Rp30.000 per kg. Bawang merah pun ikut turun, yang semula Rp50.000 jadi Rp30.000 per kg dan bawang putih turun jadi Rp25.000 per kg,” paparnya di Pasar Kabupaten Batang, kemarin (22/8).
Hal sama disampaikan, Untung (30) pedagang cabai, ia juga mengungkapkan harga cabai mengalami penurunan. “Beberapa waktu harga cabai merah besar bisa sampai Rp55.000, sekarang turun jadi Rp45.000 per kg,” imbuhnya. (hms/all)










