Wisata  

Dieng Culture Festival 2022 Kembali Digelar, Panitia Paparkan Bedanya dengan Tahun-tahun Lalu

Panitia Dieng Culture Festival (DCF) 2022 berfoto dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Selasa, 23/08/22. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng– Pasca pandemi Covid-19, pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2022 digadang-gadang akan menjadi momen kebangkitan pariwisata di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia DCF 2022, Alif Fauzi menuturkan, tema DFC tahun ini akan menjadi representasi dari harapan dan semangat industri wisata di Dieng.

“Tema DCF kali ini adalah representasi dari harapan dan semangat industri wisata di Kawasan Dieng pascapandemi,” katanya seusai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (23/8).

Alif Fauzi mengungkapkan, ada perbedaan dalam hal susunan acara DFC 2022 dibandingkan DFC sebelum-sebelumnya. Dimana tradisi ruwatan anak berambut gimbal (anak gembel) akan digelar di hari ke-dua.

Ia juga mengatakan bahwa pencukuran rambut anak gembel tahun ini menjadi yang terbanyak jumlahnya, yakni 15 anak. Asal daerah anak gembel ini pun dari sejumlah wilayah, termasuk dari Jakarta.

Inovasi acara juga terjadi dalam susunan perayaan yang tidak hanya berpuncak di hari terakhir kegiatan saja. Nantinya, pelepasan lampion dalam DFC 2022 akan dilangsungkan di hari pertama acara.

“Kami berharap ini bisa makin meningkatkan kualitas event yang ada di dalamnya, serta ada kirab budaya yang terinspirasi dari karnaval daerah lain,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui info lengkap terkait penyelenggaraan DCF pada awal September 2022, dapat mengakses laman festivaldieng.id dan media sosial Instagram dengan akun @festivaldieng2022.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada panitia DCF 2022 untuk mempersiapkan secara maksimal seluruh kepentingan acara. Baik dari segi kenyamanan, kebersihan, akomodasi, termasuk urusan lalu lintasnya.

“Pesan saya, hati-hati mulai sekarang disiapkan dengan baik, me-manage transportasinya, lalu lintasnya, terus kemudian akomodasi dan konsumsinya, sampahnya, keamanannya sehingga kami harapkan nanti ini bisa bagus,” kata Ganjar Pranowo.

(ara/mg2)