THALITA Dzakiya Fitri, sudah menjadi pesilat dari kecil. Sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), ia sudah aktif berlatih. Mulanya, ia mengikuti jejak kakaknya yang juga berkecimpung dalam seni bela diri.
Ia menjelaskan, kekaknya hanya berbeda dua tahun degannya. Keduanya pun sering mengikuti lomba pencak silat. “Awalnya ikut kakak, cuma kadang angot-angotan (Red: tidak serius berlatih),” ungkapnya.
Thalita kini duduk di bangku kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bantul. Sampai hari ini, ia masih aktif mengikuti bermacam lomba Pencak Silat. “Ikut lomba mulai kelas dua SD. Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) paling sering,” jelasnya.
Selain menjuarai O2SN, Thalita juga pernah menjadi juara dua dalam perebutan Piala Bupati Bantul 2022. Kemudian pada Pekan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (POPDA DIY), ia juga berhasil menempati juara ke-tiga.
“Banyak ikut lomba. Kalau yang tanding Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Dewantara juara satu jadi puluhan ikut lomba,” katanya, kemarin.
Atas keberhasilannya, Thalita mengaku bangga. Terutama karena bisa membahagiakan orangtuanya. Tidak berpuas diri, ia menuturkan jika samapi saat ini, masih harus melanjutkan proses. “Makin banyak perbaiki diri. Memacu untuk jadi lebih baik,” katanya.
Ke depannya, lanjut Thalita, masih terus ingin mengikuti lomba. Sehingga bisa menunjang penilaian untuk mempersiapkan diri menyongsong masa depannya. “Untuk menunjang ke depan nyari perkuliahan, kerja, dan mendapat juara satu,” tuturnya. (ers/mg2)










