Kudus  

Pemaknaan Logo HUT Kudus

SUASANA: Suasana diskusi KBPW terkait pemaknaan logo HUT Kudus di panggung ngepringan, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Hari Ulang Tahun (HUT) Kudus ke-473 sebentar lagi telah tiba, tepat pada Jumat (23/9) mendatang. Dengan begitu, semakin marak di area Kudus muncul logo HUT Kudus dimana-mana. Karena logo tersebut menjadi bagian dari atribut yang mewarnai karakteristik kota.

Hal tersebut memacu beberapa komunitas budaya untuk memaknai logo tersebut. Termasuk Komunitas Budaya Piji Wetan (KBPW). Belum lama ini, komunitas tersebut mengadakan kegiatan diskusi pemaknaan logo HUT Kudus ke-473. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menampung ruang kesenian visual.

Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan Muhammad Zaini menjelaskan, disamping untuk memaknai logo HUT Kudus tersebut, kegiatan diskusi juga ditujukan untuk menumbuhkan jejaring kesenian dan bergaining power para seniman visual di Kudus. Dengan begitu, perkembangan budaya Kudus dapat semakin maju.

“Kegiatan ini ditujukan untuk memaknai logo HUT Kudus yang masuk dalam unsur kebudayaan. Dan diskusi ini diharapkan dapat memantik masyarakat ataupun komunitas lain untuk lebih mengembangkan budaya Kudus,” terangnya.

Desainer Kuputarung Umar menjelaskan, logo HUT Kudus ke-473 menjadi momen bangkitnya Kudus setelah dilanda pandemi covid-19. Sesuai dengan ungkapan dari serat tripama, yakni ‘berdaya guna’, logo tersebut memiliki konsep bela negara, pemberdayaan, kaya, dan berani wujudka cita-cita bersama.

Pihaknya menyatakan, masing-masing unsur yang tertuang dalam logo tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Karena dalam pembuatan logo, bukan hanya soal kecepatan pembuatan saja. Namun, dibutuhkan proses yang cukup panjang dan mendalam dalam brainstorming dalam pembuatan.

“Dari awal kami memang menduka akan adanya ketidak terbacaan logo tersebut. Namun, produk turunannya itu selaras dan harmoni, seperti parijoto, caping, dan lain sebagainya,” ujarnya. (cr1/fat)