Kudus  

Harga Bensin Naik, Inflasi Kudus Juni 2026 Tembus 0,29 Persen

PAPARAN: Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto memaparkan inflasi bulan Juni di Ruang BPS, Kamis (2/7/2026). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru untuk periode Juni 2026.

Berdasarkan rilis resmi, Kabupaten Kudus mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,29 persen pada Juni 2026 terhadap Mei 2026. Angka ini membawa tingkat IHK Kabupaten Kudus berada di level 111,67.

Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto menjelaskan, pergerakan inflasi kali ini didominasi oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran transportasi. Kenaikan tersebut mencapai 0,22 persen dengan laju inflasi kelompok sebesar 1,87 persen.

Eko memaparkan lima komoditas utama yang mendorong inflasi secara m-to-m di Kudus. Komoditas bensin menempati urutan pertama dengan andil inflasi mencapai 0,20 persen.

Disusul oleh bawang merah dengan andil 0,05 persen dan bawang putih sebesar 0,03 persen. Beras dan telepon seluler masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan menjadi penahan laju inflasi lebih tinggi.

Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras yang memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen dan cabai merah sebesar 0,04 persen. Serta ikan lele, telur ayam ras, dan sawi hijau yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

“Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) Juni 2026 terhadap Juni 2025, Kabupaten Kudus mencatatkan inflasi sebesar 2,83 persen. Sementara untuk inflasi tahun kalender atau Juni 2026 terhadap Januari 2026 berada pada angka 1,56 persen,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan wilayah cakupan IHK lain di Jawa Tengah, inflasi y-on-y Kudus (2,83 persen) ini relatif terkendali. Angka ini berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang tercatat sebesar 2,92 persen. (uma/fat/rds)