Kendal  

Petani Tembakau Kendal Kejar Kualitas Premium, Harapkan Harga Tembus Rp 70 Ribu per Kg

TUNJUKKAN: Petani tembakau mulai mengintensifkan perawatan tanaman demi panen yang lebih baik, Jumat (3/7/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Tanaman tembakau di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, memasuki fase penentuan kualitas menjelang panen.

Memasuki usia tanam sekitar 30–45 hari, petani mengintensifkan perawatan guna menghasilkan daun tembakau berkualitas premium yang diharapkan mampu mencapai harga jual hingga Rp 70 ribu per kilogram.

Pantauan Joglo Jateng, tanaman tembakau di sejumlah lahan terlihat tumbuh subur. Daunnya mulai melebar dengan batang yang semakin kokoh.

Untuk menjaga kualitas tanaman, petani rutin melakukan penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan, hingga penyemprotan pestisida guna mencegah serangan hama dan penyakit.

Petani tembakau Desa Kebonagung, Nadhir Akhmad, mengatakan fase pertumbuhan saat ini menjadi periode paling menentukan terhadap kualitas hasil panen. Menurutnya, perawatan yang optimal akan berdampak langsung pada mutu daun tembakau.

“Sekarang ini masa paling krusial. Kalau perawatan dilakukan dengan benar, daun akan tumbuh lebar, tidak mudah rusak, dan kualitasnya jauh lebih baik saat panen nanti,” kata Nadhir, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, perawatan intensif akan terus dilakukan hingga akhir Juli melalui pemupukan secara terukur dan penyemprotan pestisida sesuai kebutuhan tanaman.

Selain itu, sebagian petani juga mulai melakukan perempelan atau pemangkasan tunas samping agar nutrisi tanaman terfokus pada daun utama. Cara tersebut diyakini dapat meningkatkan ukuran, ketebalan, dan mutu daun saat panen.

Menurut Nadhir, kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama pada musim tanam tahun ini. Pergantian cuaca panas dan hujan berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman sekaligus memicu munculnya hama apabila tidak diantisipasi.

Ia berharap hasil panen tahun ini mampu memberikan keuntungan yang sepadan dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.

“Kami berharap harga tembakau bisa mencapai Rp 70 ribu per kilogram sehingga sebanding dengan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan petani,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kebonagung, Muhtadi, mengatakan para petani di desanya tetap konsisten membudidayakan tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan.

“Kami berharap kondisi cuaca mendukung hingga masa panen sehingga produksi dan kualitas tembakau Kebonagung meningkat serta dapat mendukung pendapatan petani di Kecamatan Ngampel,” pungkasnya. (ags/iza/rds)