Tertinggi, Angka Inflasi Kabupaten Kudus Capai 1,65 Persen

Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng– Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, berdasarkan survei yang dilakukan, Kudus mengalami inflasi mencapai persentase 1,65 persen pada bulan September lalu.

Persentase inflasi tersebut menjadi inflasi tertinggi di Kudus selama tiga tahun berturut-turut dan tertinggi se-Jawa Tengah.

Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa menjelaskan, inflasi di Kudus menjadi inflasi tertinggi pada bulan September di antara enam Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

“Diantara Cilacap, Purwokerto, Kudus, Surakarta, Semarang, dan Tegal. Pada bulan September, inflasi yang paling tinggi ialah Kudus sebesar 1,65 persen dan yang paling rendah ialah Tegal sebesar 1,09 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan, lima komoditas dengan andil inflasi terbesar gabungan enam Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pada bulan September. Dimana Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi pengaruh paling besar yakni 1,26855 persen, Kemudian beras sebesar 0,1291 persen, pemeliharaan atau service sebesar 0,0394 persen, solar sebesar 0,0368 persen, dan pasir sebesar 0,0285 persen.

Sementara itu, lima komoditas dengan andil deflasi terbesar gabungan enam Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pada bulan September ialah bawang merah sebesar -0,0485 persen, emas perhiasan sebesar -0,0385 persen, bayam sebesar -0,0198 persen, tomat sebesar -0,0171 persen, dan susu bubuk sebesar -0,0133 persen. (cr1/mg2)