Cegah Terjadinya Konflik, 24 Desa di Jepara Dapat Pengawasan Ketat dari Dinsospermasdes

Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Edy Marwoto. (MUHAMMAD AGUNGP RAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Jelang pemilihan petinggi (Pilpet), Dinas Sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara mengawasi setidaknya 24 desa.

Hal ini dikarenakan kemungkinan terjadinya konflik yang mencuat dan menyebabkan konfrontasi di dalamnya.

Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Edy Marwoto memaparkan, dari ke 24 desa yang akan mengadakan Pilpet, terdapat satu desa yang mendapat sorotan lebih. Karena jumlah pendaftar terbilang banyak.

“Desa itu bernama Jambu yang berlokasi di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Perlu mendapat perhatian lebih, sebab terdapat enam pendaftar yang mencalonkan diri di ajang Pilpet mendatang,” ungkap Edy, Selasa (10/10).

Namun, memasuki proses verifikasi berkas, ia mengatakan, satu pendaftar di Desa Jambu tereliminasi. Sementara satu pendaftar yang lain, tersangkut masalah hukum karena kasus penipuan.

“Dari enam pendaftar, satu tidak lolos berkas dalam hal ini syarat Pilpet. Jadi, tinggal lima calon yang tersisa. Akan tetapi, dari lima calon tersebut, satunya lagi tersandung kasus penipuan, dan tidak ditahan sebab masih dalam tahap praduga tak bersalah,” katanya.

Selain Jambu, pihaknya melanjutkan, dari 24 desa yang menyelenggarakan Pilpet, Desa Sendang melakukan perpanjangan karena hanya ada satu calon.

Sekarang ini, sudah memiliki empat calon yang masuk proses verifikasi, yang akan ditetapkan 18 Oktober mendatang.

“Sementara itu, di Desa Sendang Kalinyamatan Jepara, kemarin baru ada satu calon pendaftar. Dilakukan perpanjangan dan terhimpun empat calon. Keempat-empatnya sedang dalam proses verifikasi yang akan diumumkan hasilnya 18 Oktober,” imbuhnya.

Kemudian, pihaknya menjelaskan, dalam Pilpet di Jepara terjadi dinamika yang beragam, sehingga perlu disoroti secara khusus. Namun, dari ke 24 Desa yang melangsungkan Pilpet, tidak ditemukan track record desa konfrontatif.

“Sejauh ini masih aman, meski Pilpet di Jepara berlangsung dinamis. Sebab, setelah dilakukan pengecekkan terhadap 24 desa tersebut, tidak ditemukan riwayat konflik besar di dalamnya,” pungkasnya. (cr2/mg2)