Jepara  

Bukan Cuma Teman Ngopi, Domino Kini Resmi Jadi Olahraga Prestasi di Jepara

SEMANGAT: Atlet Cabor Domino di Jepara saat menunjukkan prestasinya, Rabu (24/6/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Permainan domino yang selama ini identik dengan hiburan di warung kopi dan pos ronda mulai diperkenalkan sebagai olahraga prestasi di Kabupaten Jepara. Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Turnamen Olahraga Domino Mahple Club 2026 di Balai Kegiatan Warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, pada 19-20 Juni 2026.

Ajang tersebut menjadi turnamen domino pertama yang digelar secara resmi di Jepara setelah cabang olahraga domino mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Mahple Club, Heru Setyawan, mengatakan kompetisi itu digelar sebagai upaya memperkenalkan domino sebagai olahraga yang memiliki nilai kompetitif sekaligus sarana pembinaan atlet.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang domino sebatas permainan pengisi waktu luang. Padahal, permainan tersebut membutuhkan kemampuan berhitung, strategi, dan konsentrasi yang tinggi.

“Kalau hanya dimainkan sebagai hiburan, domino akan berhenti sebagai permainan biasa. Melalui wadah olahraga yang resmi, kami ingin mengubah stigma negatif menjadi lebih positif sekaligus mendorong lahirnya atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi,” ujar Heru, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, domino kini berada di bawah naungan Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) dan telah mendapat dukungan dari KONI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pengakuan resmi sebagai cabang olahraga ditetapkan KONI Pusat pada 21 Mei 2026.

Heru menilai, pengakuan tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pegiat domino di daerah untuk memperluas sosialisasi dan pembinaan.

Dengan semakin banyak kompetisi yang digelar, ia berharap domino dapat diterima masyarakat sebagai olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial.

Antusiasme masyarakat terhadap turnamen perdana itu pun cukup tinggi. Kuota peserta yang dibatasi sebanyak 12 tim terpenuhi dalam waktu singkat.

Bahkan, sejumlah calon peserta tidak dapat mengikuti pertandingan karena pendaftaran telah ditutup setelah pelaksanaan technical meeting.

“Animo masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan bahwa domino memiliki banyak peminat dan berpotensi berkembang lebih besar ke depan,” katanya.

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jepara. Tim Nyidamsari yang diperkuat Satwoto dan Bisri berhasil meraih juara pertama.

Posisi kedua ditempati Tim Perumnas yang diperkuat Ery Susbandi dan Heru Setyawan, sedangkan juara ketiga diraih Tim Guyangan Racing yang diperkuat Sophian dan Sotor. (oka/gih/rds)