KUDUS, Joglo Jateng – Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus terendam banjir. Untuk itu, Polres Kudus melakukan peninjauan banjir dan membantu mengevakuasi masyarakat terdampak, Rabu (4/1).
Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama bersama Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo meninjau langsung lokasi banjir. Kedatangan keduanya sekaligus untuk membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak.
Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, pihaknya melaksanakan peninjauan dan evakuasi warga di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati. Dengan membantu mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman.
“Banjir di Dukuh Goleng ini dikarenakan Sungai Wulan yang meluap ke permukiman warga. Ada tiga RW atau sebanyak 400 KK yang terdampak banjir,” ucapnya.
Pihaknya melanjutkan, ketinggian air bervariasi di berbagai wilayah. Akan tetapi, rata-rata ketinggiannya mencapai paha orang dewasa.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material juga belum bisa dipastikan. Kami mengharapkan air dapat segera surut, dan nantinya masyarakat bisa kembali menempati rumahnya kembali,” tuturnya.
Selain mengevakuasi warga, pihaknya juga menyiagakan tim kesehatan, baik dari Dokkes Polres Kudus maupun dari Dinas Kesehatan Kudus. Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Teknisnya jemput bola, tim kesehatan yang langsung datang ke posko kesehatan yang lokasinya di Dukuh Goleng. Biar warga mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Dirinya menjelaskan, banjir sendiri dipicu adanya intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Yang berujung mengakibatkan meluapnya Sungai Wulan.
“Sudah hampir satu pekan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, bahkan beberapa hari cuaca ekstrim. Ini mengakibatkan Sungai Wulan tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga meluap,” pungkasnya. (sam/fat)










