Pati  

Kepala MTsN 1 Pati Terima Satyalancana Karya Satya XXX

MEMBANGGAKAN: Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX setelah mengabdi selama 32 tahun 9 bulan, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MENJADI abdi negara sejak 1990 membuat Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX. Ali Musyafak, menerima penghargaan itu setelah mengabdi selama 32 tahun 9 bulan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Ali Arifin. Penyerahan bertepatan dengan upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-77 di MAN 1 Pati, belum lama ini.

Alhamdulillah, Allah telah menumpahkan nikmat Rahmat-Nya kepada saya dengan memperoleh penghargaan sebagai Aparatur Sipil Negara melalui Satyalancana Karya Satya emas,” ungkap Syafak saat menerima penghargaan.

Syafak menceritakan, dirinya meniti karier pada tahun 1990 sebagai abdi negara Staf Tata Usaha di MTsN 1 Jepara. Beberapa tahun kemudian, ia mulai beralih jabatan menjadi seorang guru, tepatnya pada 1997.

Tujuh tahun berikutnya, ia mendapat promosi jabatan sebagai Kepala MIN 2 Jepara pada tahun 2004. Tak berselang lama, ia kemudian mendapat amanah baru sebagai kepala MTsN 1 Jepara pada 2006.

Kemudian, karier sebagai seorang Kepala Madrasah berlanjut sampai di MTsN 1 Kudus semenjak 2013 hingga 2018. Dan di penghujung 2018, Syafak mendapat amanah baru sebagai Kepala MTsN 1 Pati hingga sekarang.

Syafak menuturkan, berbagai prestasi telah diraih oleh beberapa madrasah yang pernah ia pimpin. Berkat tangan dinginnya, hasil kerja nyata tersebut mampu membawa perubahan yang signifikan bagi tiga madrasah yang kini namanya sudah dikenal seantero negeri. Di antaranya MIN 2 Jepara, MTsN 1 Jepara, dan MTsN 1 Kudus.

“Di MIN 2 Jepara berhasil menjadikan madrasah berprestasi tingkat provinsi, di MTsN 1 Jepara, menjadikan madrasah berprestasi tingkat nasional. Kemudian di MTsN 1 Kudus, menjadikan hasil UN terbaik se-Jateng,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan beberapa madrasah yang telah dibina, kini berkat inovasinya dalam penerapan manajemen partisipatif dan kurikulum terintegrasi mampu meroketkan prestasi MTsN 1 Pati hingga ke mancanegara. Tentu prestasi ini tidak hanya bersumber dari siswa, tetapi guru MTsN 1 Pati juga mampu berkiprah di kompetisi internasional.

Alhamdulillah, semua berkat Rahmat Allah kepada MTsN 1 Pati. Tercatat sebanyak 15.000 medali berhasil diperoleh di penghujung 2022 dan 30 ASN menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya di awal tahun 2023. Semoga mbarokahi,” imbuh Syafak.

Saat ditanya kiat sukses menjadi pemimpin di beberapa madrasah, Syafak mengungkapkan visi dan misi hidupnya. “Visi hidup, hijrah dan jihad totalitas di jalan Allah. Misi, bekerja adalah ibadah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Ali Arifin memberikan apresiasi atas raihan penghargaan tersebut. Ia menilai jika Syafak merupakan sosok pemimpin  yang bisa menjadi panutan seluruh civitas akademika MTsN 1 Pati. Sekaligus figur pimpinan yang tidak pernah kenal lelah, visioner, dermawan, santun dengan sesama, taat, dan tawadhu’ kepada atasan.

“Sebagai seorang kepala madrasah, beliau sangat cakap dalam menggerakkan roda pendidikan, mulai dari tenaga pendidik sampai tenaga kependidikan. Terbukti, torehan berbagai prestasi siswa maupun guru telah diraih baik regional, nasional, bahkan taraf internasional. Berbagai penghargaan dengan beragam kategoripun diterima oleh MTsN 1 Pati,” tuturnya. (lut/fat)