UMKM  

Bentuk dan Cita Rasa Khas Tempe Godong Dowo

HASIL: Yanto Tempe menunjukkan tempe produksi miliknya, Selasa (14/3/23). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

SELAIN kekayaan alam melimpah, Kabupaten Pemalang juga memiliki keragaman kuliner. Salah satunya tempe godong dowo di Kecamatan Petarukan. Dengan bentuk dan citra rasa khas, tempe ini sangat digemari masyarakat Pemalang.

Di antara pengusaha dan pengrajin tempe godong dowo di wilayah tersebut tepatnya di Jalan Raden saleh, Gang Kakap 1. RT. 02 RW. 09 Dusun Sikentung Desa Petarukan adalah Yanto Tempe (56). Ia mengungkapkan, usaha yang ia lakukan ini merupakan usaha turun temurun dari sang mertua.

“Saya sudah puluhan tahun mengolah tempe yang awalnya itu usaha dari mertua lalu diturunkan ke saya sampai sekarang masih terus produksi. Tapi bukan hanya tempe saja, saya juga memproduksi tahu yang sekarang dipegang oleh anak,” tuturnya, Selasa (14/3/23).

Ia menjelaskan, untuk citra rasa, tempe godong dowo memiliki kekhasan tersendiri, karena menggunakan daun pisang atau godong gedang sebagai pembungkus dalam pembuatannya. Sehingga walaupun tidak diberi bumbu, tempe tersebut memiliki rasa gurih dan sedap.

Namun, karena daun pisang saat ini sudah mulai langka, ia menggantikan pembungkusnya dengan kertas nasi. Dengan bentuk yang lebih tipis dibandingkan tempe pada umumnya, makanan tersebut menjadi salah satu olahan kedelai yang paling diminati oleh masyarakat sebagai lauk makan atau cemilan.

“Kalau tempe ini biasanya diolah tidak perlu dipotong dan langsung digoreng, karena memang bentuknya tipis. Biasanya produksi sehari bisa mencapai 800 buah tempe dengan berat kedelai 1 kuintal,” pungkasnya. (fan/gih)