SURAKARTA, Joglo Jateng – Setelah melalui proses survei, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta menyerahkan zakat produktif berupa modal usaha kepada sebanyak 10 mustahik di gedung 5 lantai RSJD Surakarta, Jumat (17/3). Dengan zakat ini, para mustahik diharapkan bisa memanfaatkannya dengan baik sesuai harapan usahanya.
Hadir dalam kegiatan pentasyarufan (penyerahan) tersebut, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, Dewan Pengawas RSJD Surakarta Ir. Agus Gunawan Wibisono, dan Direktur RSJD Surakarta dr. Tri Kuncoro, MMR. Penyerahan dilakukan oleh dr. Tri Kuncoro dan disaksikan segenap civitas hospitalia.
Gedung 5 lantai RSJD Surakarta yang dibuka pada soft launching awal Februari lalu, pada Jumat sore disulap menjadi lokasi pentasyarufan dengan konsep nonformal. Sehingga lokasi tersebut bisa menjadi tempat untuk ramah tamah antara mustahik atau penerima manfaat dengan civitas hospitalia RSJD Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Darodji menjelaskan mengenai pembagian zakat. Yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. “Zakat konsumtif untuk misalnya saat Covid-19 orang butuh masker, butuh biaya, butuh pengobatan. Satu lagi produktif itu contohnya bantuan usaha, untuk meningkatkan ekonomi,” tuturnya saat tausiyah.
KH Darodji lebih lanjut berpesan kepada para mustahik agar serius menjalani usaha, man jadda wajada. “Ojo dikei modal terus dadi HP, dikei modal terus dinggo mantu,” candanya disambut dengan tawa hadirin.
Ia mengapresiasi kegiatan pentasyarufan yang dilakukan RSJD Surakarta dan berharap agar ke depan bisa kembali dilaksanakan kegiatan semacam ini. Baznas Unit RSJD Surakarta berusaha memastikan bantuan dapat sepenuhnya bermanfaat bagi produktivitas para mustahik. Yakni, dengan membelanjakan bantuan sesuai kebutuhan usaha yang ditekuni dan bukan dalam bentuk uang tunai.
“Semoga bantuan dan zakat yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa barokah bagi semua,” tutupnya. (hms/gih)










