Oleh: Sahroni, S.Pd
Guru PJOK SDN 02 Sidorejo, Kec. Comal, Kab. Pemalang
DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bakat adalah kepandaian, sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir atau yang dimiliki seseorang. Hanya dengan intervensi dan pelatihan, seseorang dapat mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan tinggi.
Bakat pada dasarnya bukan sesuatu yang bersifat permanen. Akan tetapi harus diupayakan, selalu ditumbuhkembangkan sehingga akan berubah menjadi suatu potensi atau kapasitas yang unggul.
Dalam dunia pendidikan, peran guru adalah sebagai sosok panutan yang memiliki nilai dan moral serta agama yang patut ditiru dan diteladani siswa. Sebagai contoh, keteladanan, budi pekerti luhur, akhlak mulia, jujur, tekun, mau belajar, amanah, sosial, dan sopan santun terhadap sesama (Suparman, 2005:28).
Selain itu, guru juga memiliki peran lain. Yaitu sebagaimana yang dijelaskan oleh Prey Katz (pada Sardiman, 2001:143-144), guru memiliki peran sebagai motivator dan pemberi inspirasi serta dorongan untuk mengembangkan sikap dan tingkah laku seseorang untuk menguasai suatu keterampilan.
Pembelajaran di sekolah dasar merupakan bantuan yang diberikan guru kepada para siswa agar terjadi proses transfer ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan perilaku. Salah satu upaya yang dilakukan guru di sekolah adalah melalui proses pembelajaran. Baik akademik maupun non akademik, seperti di bidang olahraga. Guru akan memberikan pengetahuan dan penguasaan gerakan olahraga kepada siswanya dan hal ini dapat meningkatkan perkembangan bakat prestasi olahraga pada murid.
Perkembangan prestasi olahraga merupakan hasil dari perpaduan kemampuan fisik, teknik, taktik, mental serta olahragawan yang diperoleh melalui proses pembinaan yang tepat. Pembinaan dan pengembangan olahraga mengacu pada tiga jalur. Yaitu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi.
Olahraga pendidikan merupakan jalur utama sebagai dasar dan proses awal dari sebuah pembinaan sangat berkaitan erat dengan upaya-upaya pengembangan olahraga yang lebih diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan melalui kegiatan olahraga. Sehingga dapat berdampak secara langsung pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan persekolahan.
Salah satu dorongan untuk mengembangkan bakat di sekolah yaitu adanya kegiatan pengembangan diri. Dalam hal ini Sekolah Dasar Negeri 02 Sidorejo sudah mampu menyediakan fasilitas yang memadai secara kuantitas maupun kualitas.
Keberhasilan pencapaian prestasi dalam olahraga ditentukan penjenjangan latihan sesuai dengan tingkat usia anak. Untuk dapat meraih prestasi yang optimal, diperlukan proses latihan secara kontinu, bertahap, dan berkelanjutan. Sehingga dalam pengembangan bakat sangat dibantukan oleh adanya fasilitas.
Sekolah dan guru memberikan fasilitas dan waktu khusus untuk pengembangan bakat akademik dan non akademik secara rutin diiringi pendampingan yang efektif. Impilkasinya adalah berbagai bentuk prestasi yang membanggakan berkaitan dengan bakat siswa tersebut.
Untuk itu perlu diadakan pencarian bakat melalui sport search. Menurut M. Furqon (2002:2), sport search merupakan metode pengidentifikasian potensi bakat olahraga, yang bertujuan untuk membantu anak menentukan potensi anak dalam berolahraga yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing.
Dengan melihat pernyataan di atas, sudah jelas bahwa prestasi puncak dalam suatu cabang olahraga hanya akan bisa dicapai oleh mereka yang berbakat dan yang sejak usia muda telah mampu memenuhi persyaratan yang di tuntut oleh suatu cabang olahraga. Di samping itu mampu mengikuti latihan dengan sistematis dalam jangka panjang. (*)








