Bantu Petani, KUD Diaktifkan Kembali

petani bawang merah
SOLUSI: Salah seorang petani bawang merah di Kabupaten Bantul memperlihatkan hasil panennya. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

BANTUL – Keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang sebelumnya telah bubar akan diaktifkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Upaya ini dilakukan untuk membantu persoalan ataupun kendala yang dihadapi para petani.

“Rencana saya mau hidupkan lagi KUD, koperasi unit desa, jadi dulu sejak saya SD sampai sekarang itu ada, tapi rupanya (KUD) bubar, mau saya hidupkan lagi, untuk membantu pemda pemasalahan apa yang dialami petani,” kata Bupati Bantul Suharsono, kemarin.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut dari masalah kelompok tani di Desa Tirtohargo Kretek yang kekurangan pupuk ponska untuk kebutuhan tanaman bawang merah. Maka dari itu, persoalan yang dialami para petani bisa disampaikan dan ditampung di KUD tersebut. Kemudian diteruskan ke pemerintah daerah jika membutuhkan dukungan anggaran dan fasilitasi dari instansi terkait.

“Jadi kita tinggal menanyakan ke KUD atau KUD yang sampaikan ke kita, dari petani tidak perlu langsung ke saya, jadi KUD yang ada itu rencana mau tak hidupkan lagi, agar persoalan seperti masalah pupuk dan apa saja untuk modal atau menghidupi para petani kita pikirkan,” katanya.

Pihaknya juga akan terus berupaya untuk memajukan sektor pertanian di wilayah tersebut dengan mengoptimalkan potensi lahan, memberdayakan petani. Harapannya, persoalan yang dihadapi petani yang dapat menjadi hambatan budidaya pertanian segera disampaikan ke pemerintah setempat.

“Para petani apa yang jadi permasalahan sampaikan ke saya, akan saya tindak lanjuti, saya bantu. Saya sebagai kepala daerah bertanggung jawab di sektor pertanian, saya mintakan bantuan ke pusat seperti dalam waktu dekat ini akan menerima bantuan 500 alat pertanian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gapoktan Desa Tirtohargo Kretek Subowo menjelaskan, guna mempertahankan luasan lahan dan produksi bawang merah, para petani mengharapkan alokasi pupuk terutama ponska ditambah. Serta pengaliran air irigasi ke lahan pertanian yang terletak di selatan Bantul ini terus berlanjut.

“Bukan kita kesulitan pupuk, namun karena petani bawang membutuhkan pupuk yang banyak bagaimana wilayah lain kalau bisa dimasukkan sini. Terutama ponska, kalau pupuk urea kita tidak butuh, dan kita punya tuntutan agar air tidak dihentikan,” katanya.(ara/akh)