KUDUS, Joglo Jateng – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) ke XVI yang digelar di Pati Raya akan resmi dibuka 5 Agustus mendatang. Untuk menyemarakkan dan memeriahkan ajang 4 tahunan ini, panitia telah memiliki maskot ikan bandeng yang memiliki makna tersendiri.
Wakil Ketua KONI Kabupaten Kudus, Saifuddin menyampaikan, adapun beberapa makna dari maskot Porprov Jawa Tengah ke XVI 2023 di Pati Raya. Seperti blangkon. Yakni, identitas masyarakat Jawa Tengah yang bermakna filosofis menempatkan prinsip sportivitas dan semangat berjuang pada tingkatan paling tinggi.
“Kemudian, ikat pinggang yang mengandung makna filosofis sebagai simbol pemersatu dan ajang silaturahmi antar semua eternen yang terlibat di kegiatan Porprov Jateng XVI Tahun 2023,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.
Lebih lanjut, ada obor dan lidah api yang merepresentasikan dari semangat juang serta penampilan terbaik atlet selama pelaksanaan Porprov. Lalu, gestur tangan kanan memegang obor yang merepresentasikan menjaga semangat yang gigih dari para atlet dan untuk menunjukkan prestasi terbaiknya.
“Selanjutnya, senyum yang merupakan simbol kerendahan hati. Dua Strap Medali warna putih, simbol pelaksanaan Porprov merupakan kolaborasi antar dua elemen. Yakni, KONI Jateng serta pemda,” tuturnya.
Kepala Sabuk Berbentuk Bulat, melambangkan integrasi dari semangat, sportivitas dan solidaritas atlet serta jadi bagian yang tak terpisahkan saat pertandingan Selain itu, gestur tangan terbuka yang merepresentasikan dari ucapan selamat datang kepada semua kontingen. Ada juga pijakan kaki yang kokoh, sebagai repesentasi bahwa Porprov Jateng sebagai ajang bagi atlet.
Untuk makna logo Porprov Jateng ini dibentuk oleh beberapa elemen dasar yang diambil dari ciri khas kota Pati Raya. Seperti, Ikan Bandeng. Lambang itu diambil sebagai ikon dari kota Pati Raya sebagai penghasil ikan bandeng. Ikan bandeng berwarna serupa dengan ring KONI bermakna bahwa Pati Raya sebagai tuan rumah dari Porprov Jateng.
“Ada padi, daun, samudera dan laut. Lambang itu mewakili para petani dan nelayan di Kota Pati Raya,” ucapnya.
Kemudian ada tiga lingkaran KONI yang sebagai representasi prinsip olahraga yang bermakna prestasi (lingkaran merah), sportifitas (lingkaran kuning), dan solidaritas (lingkaran hijau). (cr12/fat)










