Pemkot Pekalongan Beri Bantuan kepada Santri

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Pekalongan, Slamet Mulyo
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Pekalongan, Slamet Mulyo. DINKOMINFO KOTA PEKALONGAN/JOGLO JATENG

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Pekalongan memberikan bantuan kepada 2.850 santri asal Kota Pekalongan. Hal ini karena imbas akibat adanya pandemi Covid-19 di bidang pendidikan tidak hanya dirasakan oleh pelajar pendidikan formal saja, melainkan termasuk pondok pesantren.

“Sejak 24 April-22 Juni kami buka pendaftaran di kelurahan untuk mendata santri Kota Pekalongan yang terdampak Covid-19, namun dari masyarakat tidak begitu respon. Dari 27 kelurahan 25 di antaranya telah mengirim data yang berjumlah 198 santri. Selanjutnya kami lakukan langkah kedua, melalui pertemuan dengan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) terkumpul data sebanyak 2200 santri, setelah dijumlahkan total 2.850 santri,” terang Kepala Bagian Kesra, Slamet Mulyo SE Msi, belum lama ini.

Namun kegiatan pemberian bantuan ini belum usai, masih banyak santri yang belum mengetahui kategori penerima bantuan tersebut. Slamet menjelaskan, ada santri yang belum mendaftarkan diri ke kelurahan dikarenakan ketidaktahuan mereka, juga anggapan dari santri yang takut dikarantina apabila mereka mendaftarkan dirinya. Adapula santri yang mengira, pemberian bantuan hanya berlaku bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Slamet menegaskan, berdasarkan keputusan Walikota Pekalongan pemberian bantuan ini untuk seluruh santri yang berdomisili di Kota Pekalongan. Bantuan ini perorangan, misal dalam satu keluarga ada dua atau tiga orang santri, masing-masing mendapat bantuan. Hal ini membuat Bagian Kesra membuka kembali kesempatan untuk mengirimkan data susulan para santri terdampak Covid-19.

“Dari hasil (keputusan) Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz melalui medsos itu, banyak santri yang berbodong-bondong mendaftarkan diri. Minggu kemarin kami masih menerima data santri baru, ada 385 data yang masuk tetapi belum kami verifikasi, saat ini pendaftaran sudah tutup. Apabila masih ada satu dua yang mengusulkan akan kami terima karena itu hak santri,” ungkap Slamet.

Besaran uang yang diberikan kepada santri ialah Rp250.000 per orang. Hal ini berlaku bagi seluruh santri yang berasal dari Kota Pekalongan, baik yang saat ini tengah mondok di wilayah Pekalongan, di luar kota, maupun luar pulau. Hingga sekarang dari 2.850 santri yang terverifikasi, sebanyak 2470 telah menerima bantuan.

“Harapan kami seluruh santri Kota Pekalongan tidak ada yang tertinggal atau tidak mendapat bantuan uang caton. Kalau masih ada, sepanjang masih ada dana yang mencukupi, kami akan berikan. Kalau memang jumlahnya banyak kami harus mengusulkan dana lagi. Bagi masyarakat yang mengetahui ada santri belum terdaftar bisa mendaftarkan diri ke kelurahan atau ke Bagian Kesra secara langsung,” pungkas Slamet. (hms/rd3)