Demak  

8676 Siswa Demak Terima Bantuan Pendidikan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto
TERIMA: Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa SD secara simbolik di Pendopo Setya Bhakti Praja, Demak, Senin (16/11). (AJI YOGA/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Sebanyak 8676 siswa se-Kabupaten Demak menerima bantuan pendidikan dari Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Demak. Total bantuan pada tahun ini sebesar 1,65 Miliyar diberikan kepada 7713 siswa SD/MI sederajat dan 963 siswa SMP/MTS sederajat.

Ketua LGN-OTA Kabupaten Demak, Siti Khomsiyah Juliatmono mengatakan, bantuan pendidikan kepada siswa atau anak asuh se-Kabupaten Demak ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar di Sekolah. Selain itu, juga sebagai wujud partisipasasi LGN-OTA bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia pendidikan.

“Apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini, banyak siswa yang belum memiliki gadget dan tidak dapat mengakses internet untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya di Pendopo Setya Bhakti Praja, Demak, Senin (16/11).

Ia juga mengungkapkan bahwa penggalangan dana yang dilakukan oleh LGN-OTA kepada masyarakat tahun ini jumlahnya meningkat sebesar 27,37 %. Pada tahun 2019 dapat membantu sebanyak 6496 siswa, terdiri dari 5770 siswa SD/MI dan 723 SMP/MTS se-Kabupaten Demak dan besaran dananya, pada tahun ini meningkat sebesar 360,38 juta rupiah.

Ketua LGN-OTA Provinsi Jawa Tengah, Zaimatun Ali Mufiz mengapresiasi tingginya kasadaran masyarakat Demak untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu, khususnya dalam menunjang pendidikan anak. Selain itu, komitmen kuat LGN-OTA Kabupaten Demak dalam menjalankan misi orang tua asuh untuk membantu anak didik yang kekurangan biaya pendikan juga patut dipresiasi.

Ia menambahkan, sama seperti tahun 2019, perolehan dana LGN-OTA Kabupaten Demak merupakan tertinggi di Jawa Tengah. “Di masa pandemi yang serba susah ini, bantuan LGN-OTA Demak justru meningkat pesat, patut dicontoh oleh Kota/Kabupaten lain. Covid-19 bukan alasan untuk berhenti bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto mengatakan, Keberadaan orang tua asuh sangat penting untuk mendukung keberlangsungan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, gerakan LGN-OTA bersama pemerintah dan masyarakat harus terus ditingkatkan supaya cita-cita Bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terus terwujud.

“Terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu, baik itu BUMN ataupun swasta. Masalah pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya. (cr3/gih)