Dampak Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Pemalang Minus

Jube, Koordinator Fungsi Intergrasi Pengolahan dan Deseminasi Statistik (IPDS) BPS Pemalang
Jube, Koordinator Fungsi Intergrasi Pengolahan dan Deseminasi Statistik (IPDS) BPS Pemalang. (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang menyebutkan, pertumbuhan ekonomi setempat pada tahun 2020 hanya berada di angka -0,66 persen. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 sehingga banyak pekerja yang mengalami putus hubungan kerja (PHK).

Koordinator Fungsi Intergrasi Pengolahan dan Deseminasi Statistik (IPDS) BPS Pemalang Jube, kemarin menjelaskan, penurunan ini juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang berada di -2,65 persen. Jumlah ini sangat berbeda jika dibandingkan denga pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun 2019, yakni sebesar 5,41 persen.

“Salah satu penyebab penurunan pertumbuhan ekonomi ini adalah pademi covid-19, dari semula waktu 2019 akhir berada di angka 5,41 persen terus menurun hingga -2,19 persen tercatat pada akhir 2020,” katanya.

Jube mengatakan angka itu didapatkan dari survey yang dilakukan kepada masyarakat Pemalang. Ia menyebutkan, saat pengambilan data pertumbuhan ekonomi merasa kesulitan karena dalam prateknya harus memenuhi protokol kesehatan tetap menjaga jarak.

Penurunan ini memang sudah menjadi tren 2020 lalu dan berdampak pada semua sektor, Jube berpendapat akibat dari penurunan ekonomi ini menjadikan tingkat kemiskinan yang naik. dan pengangguran meningkat. Dikarenakan beberapa perusahaan terpaksa memutuskan hubungan kerja para pekerjanya.

“Akibat tren penurunan pertumbuhan ini angka kemiskinan naik dari 15,41 persen pada 2019 naik menjadi 16,02 persen pada 2020 lalu. Tapi untuk Pemalang sendiri tidak separah kabupaten lainnya, pemalang di urutan ketiga dengan penurunan pertumbuhan ekonomi paling sedikit,” jelasnya.(cr8/akh)