BANTUL, Joglo Jateng – Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Agama Islam Universitas Alma Ata Ahmad Salim menyebutkan relasi masyarakat muslim dan budha di Jatimulyo tidak hanya didasari pada pemahanan pada teologi agama mereka. Namun juga didukung dengan legalisi budaya Jawa, sehingga harmoni terwujud dalam keseharian (quotidian) yang secara kuat membentuk ikatan-ikatan bahkan norma untuk hidup bersama.
Menurut Salim, masyarakat terkadang bekerjasama dalam perayaan keagamaan tertentu. Sebagai contoh di masa pandemi Covid-19 saat perayaan Waisak para pemuda muslim terlibat sebagai petugas cek suhu dan membantu pengamanan di halaman depan sementara umat budha melakukan ritual keagamaan di dalamnya.
“Bahwa relasi Masyarakat Muslim-Budhis dapat dipertimbangkan menjadi model kerjasama antar umat beragama terlebih di masa Pandemi bahkan diberbagai masa dalam merawat kebinekaan,” katanya belum lama ini.
Kegiatan kuliah paka ini diselenggarakan oleh Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang secara daring. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan perguruan tinggi dari dalam negeri maupun luar negeri ini telah masuk pada sesi ke-17 dan seiring sejalan dengan program kegiatan kampus merdeka.
“Dosen berkesempatan berkegiatan di luar kampus serta mendapatkan rekognisi dari dari para akademisi pada khususnya maupun umumnya oleh masyarakat pada khususnya,” jelasnya.(hms/akh)










