Kudus  

Polsek Bae Bagikan Baksos ke Masyarakat

Polsek Bae
BAGIKAN: Anggota TNI dan Polisi saat membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak kebijaka PPKM darurat, Selasa (20/7). (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memang sangat dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Polsek Bae memberikan bakti sosial berupa paket sembako kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan masyarakat yang kurang mampu, Selasa (20/7).

Kapolsek Bae AKP Ngatmin mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian Polri untuk negeri kepada masyarakat terdampak PPKM darurat. Adanya PPKM darurat sendiri, dalam segi positifnya mampu mengurangi mobilisasi masyarakat serta mengurangi kerumunan warga.

“Kegiatan ini bentuk kepedulian jajaran Polres Kudus terhadap PKL dan masyarakat kurang mampu. Pemberian bantuan kemanusiaan ini juga merupakan bagian dari program TNI dan Polri Peduli. Yakni untuk membantu masyarakat yang terdampak PPKM darurat di wilayah Kudus,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu PKL penjual rujak, Doni Ferdianto (36) mengaku kaget saat didatangi personil dari Polsek Bae dan Koramil Bae. “Tadi sempat ragu, saya kira operasi masker, tapi setelah tahu pak Kapolsek ternyata memberikan sembako. Alhamdulillah dikasih masker juga tadi,” terangnya.

Hal yang sama juga dilakukan Polsek Undaan, yakni membagikan ratusan paket bantuan sosial secara door to door kepada warga kurang mampu. Sekaligus juga menyalurkan kepada pelaku usaha yang terdampak PPKM darurat, belum lama ini.

Kapolsek Undaan Iptu Rusmanto menyampaikan, agar tepat sasaran pihaknya menyerahkan paket sembako secara door to door. Serta meminimalisasi timbulnya kerumunan. Disamping itu, juga megingatkan kepada masyarakat dan memberikan pemahaman agar selalu disiplin protokol kesehatan.

“Dampak perpanjangan PPKM darurat juga bisa memungkinkan timbulnya gejolak di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan aparat di tengah masyarakat diharapkan bisa untuk meminimalisasi gesekan itu. Sekaligus dengan mengedepankan sikap humanis,” tuturnya. (sam/fat)