KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan ibu rumah tangga tampak tekun melinting rokok di salah satu perusahaan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus, Selasa (9/6/2026). Di balik aktivitas yang dimulai sejak pagi itu, tersimpan peran besar para pekerja perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Kretek.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, mengapresiasi perusahaan rokok yang telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, khususnya perempuan. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi salah satu perusahaan rokok di lingkungan KIHT Kudus.
Dalam kunjungannya, Endhah mengaku terkesan dengan jumlah tenaga kerja yang mayoritas berasal dari Kudus. Menurutnya, keberadaan industri rokok memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di daerah.
“Ini termasuk mendukung ekonomi masyarakat Kabupaten Kudus. Meskipun bosnya bukan orang Kudus, tapi pekerjanya orang Kudus semua,” ujar Endhah.
Ia menuturkan, para pekerja perempuan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga. Dengan bekerja sejak pagi hingga sore hari, mereka memperoleh penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Mereka setiap hari pegang uang hasil kerjanya. Itu bisa untuk menambah kebutuhan keluarga dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Endhah juga menitipkan pesan kepada para pengusaha agar terus memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Hal itu ia sampaikan agar angka pengangguran di Kudus berkurang.
“Meskipun dari luar kota, tetap rekrut pekerjamu wajib untuk orang Kudus semua. Jadi angka pengangguran di Kabupaten Kudus, terutama untuk mama-mama, sedikit banyak bisa membantu kami dalam pengurangan pengangguran,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Kudus, Nur Baiti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian DWP terhadap pekerja perempuan. Sebab, jumlahnya cukup besar di sektor industri hasil tembakau.
Menurutnya, DWP berupaya memahami kondisi para pekerja perempuan sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam bidang ketenagakerjaan.
“Disnaker itu memang menekankan supaya tenaga kerja wanita bisa lebih produktif dan lebih dihargai,” tuturnya.
Ia menambahkan, DWP selalu berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Karena kegiatan Dharma Wanita mengikuti kegiatan OPD, pihaknya sebagai wadah organisasi turut mendukung kegiatan yang ada.
“Kita sebagai istri ASN di dinas ini peduli dan memahami bahwa para pekerja rokok itu bekerja untuk keluarganya. Kontribusinya bagi cukai cukup besar dan nantinya juga kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. (uma/fat/rds)










