Perpustakaan Masjid Jami Lasem Terima Manuskrip Kuno

SEJARAH: Pustakawan Masjid Jami' Lasem, Abdullah Hamid sedang menunjukkan manuskrip kuno, Kamis (22/7). (SHOFWAN ZAIM / JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Perpustakaan Masjid Jami Lasem menerima pemberian manuskrip kuno. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh pustakawan Perpustakaan Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid.

Hamid menjelaskan, manuskrip kuno tersebut pada mulanya merupakan koleksi pribadi Ahmadi (Mbah Mad), mantan modin Desa Kauman. Kemudian diserahkan ke pihak Perpustakaan Masjid Jami Lasem untuk disimpan sekaligus agar mendapat perawatan lebih layak.

Hamid menambahkan, menurut pengakuan Ahmadi, manuskrip kuno tersebut ditemukan sejak 1960-an di area tanah perdikan Syekh Abdurrahman Sambu (Mbah Sambu). Tepatnya di sekitar Dusun Karangturi. Ini merupakan manuskrip kuno ketiga yang diserahkan Mbah Mad kepada perpustakaan Masjid Jami Lasem. Adapun dua manuskrip sebelumnya diperkirakan ditemukan pada 1940-an.

“Ditemukan tergeletak terus diamankan oleh Mbah Mad.  Kemudian diserahkan kepada saya karena melihat ada kepedulian dari saya untuk ngurui-uri manuskrip kuno, melestarikan, dan ada upaya untuk mempelajari,” ungkapnya, Kamis (22/7).

Sejauh pengamatan Hamid, manuskrip tersebut merupakan salah satu karya literasi pesantren dengan tema besar tasawuf. Teks manuskrip tersebut perpaduan antara Arab Pegon dan Jawa Pegon.

Lebih lanjut, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan para pakar filologi dan sejumlah peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Ia juga akan melibatkan beberapa tokoh ulama, budayawan, dan para pakar manuskrip kuno dari Lasem sendiri.

Mengingat, butuh banyak disiplin ilmu untuk meneliti, baik dari aspek eksternal maupun internal. Eksternal meliputi bahan dasar manuskrip, jenis tinta, dan alat perekat, serta internal yang menyangkut isi atau nilai yang terkandung dalam manuskrip.

“Butuh disiplin ilmu yang komprehensif. Karena ada sastra Jawanya, bahasa Arab, dan ilmu tasawuf,” jelasnya.

Saat ini sendiri Perpustakaan Masjid Jami Lasem telah mengoleksi sebanyak 11 manuskrip. Meliputi 10 manuskrip kuno tulisan tangan asli dan 1 cetakan lama. (cr6/fat)