KUDUS, Joglo Jateng – Setelah vakum akibat pandemi, tahun ini Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) non virtual kembali digelar. Rencananya, kegiatan tersebut akan mulai dilaksanakan Oktober mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus berencana untuk segera mempersiapkan wakilnya. Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, melalui Kasi Pembinaan Prestasi Olahraga, Widhoro Heriyanto mengatakan, pelaksanaan popda tahun ini hanya diadakan di tingkat provinsi dan keresidenan. Selain itu, cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan juga terbatas.
“Tahun ini popda non virtual kembali diadakan. Tetapi terbatas hanya 10 cabor saja untuk popda tingkat provinsi. Kemudian di tingkat keresidenan, hanya diadakan tiga pertandingan saja. Yakni cabor voli, sepak takraw, dan panahan,” ujarnya.
Sepuluh cabor yang dipertandingkan di tingkat provinsi antara lain, atletik, voli pasir, petanque, tenis meja, sepatu roda, tenis lapangan, dan bulu tangkis. Kemudian ditambah tiga cabor yang ditandingkan di tingkat keresidenan.
“Total ada tiga cabor, yang harus melalui tahapan keresidenan terlebih dahulu. Jadi nanti ketika di provinsi, tidak semua kabupaten mengikuti ketiga cabor tersebut. Hanya pemenang dari tiap keresidenan yang mewakili,” terangnya.
Rencananya, proses inputing data Popda Jateng dilaksanakan pada 1 hingga 15 Oktober. Oleh karena itu, pihak Disdikpora Kudus akan segera mensosialisasikan kegiatan tersebut, guna mempersiapkan atlet yang akan mewakili Kudus.
“Karena situasi masih pandemi, kami belum memutuskan bagaimana penentuan atletnya. Akan segera kami koordinasikan lebih lanjut, dengan sekolah-sekolah yang ada di Kudus. Supaya tidak ada salah paham ke depan,” pungkasnya. (cr10/fat)










