KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menggelar acara kopdar dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pelaku usaha lele, Minggu (3/10). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dispertan Kudus Sunardi menerangkan, tujuan kegiatan kopdar dan FGD adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lele di Kudus. Selain itu, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan pendapatan dari para pelaku usaha lele dapat meningkat.
“Dengan semakin banyaknya pembudidaya lele, maka kebutuhan wilayah Kudus diharapkan bisa terpenuhi. Tanpa perlu adanya kiriman luar kota. Sehingga pendapatan para pembudidaya dapat meningkat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Mas’an yang juga menghadiri kegiatan tersebut mengungkapkan, dirinya mendukung penuh upaya peningkatan ekonomi melalui budidaya lele. Dirinya mengimbau kepada para pelaku usaha lele supaya membentuk kelompok. Agar pemerintah lebih mudah dalam memberikan memfasilitasi.
“Silakan dirumuskan dan didata para pelaku usaha lele yang ada. Kami tunggu sampai Rabu (6/10) besok. Sebab, kita akan segera melakukan pembahasan perubahan anggaran APBD Kudus. Kita semua tentu berharap, bisa mendapatkan fasilitasi atau bantuan,” ucapnya.
Mas’an menjelaskan, pihaknya telah menganggarkan beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan melalui Dispertan.
“Minggu (3/10) kita sudah menganggarkan kolam bundar, kambing, dan juga kalkun. Nantinya anggaran akan disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan, karena membawahi Bidang Perikanan,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sunardi menyatakan kesiapannya dalam mendukung para pelaku usaha. Supaya membentuk kelompok atau sampai koperasi. Hal itu dikarenakan, dengan adanya kelompok dan berbadan hukum, maka koordinasi dengan dinas untuk fasilitasi akan lebih mudah. (abd/fat)










