SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah merencanakan penerapan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung pasar tradisional yang tersebar dari Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Tengah (Jateng). Di Jateng, Pasar Wonodri Kota Semarang masuk daftar enam pasar tradisional yang akan uji coba penerapan aplikasi tersebut.
Sedangkan kelima pasar lainnya tersebut yakni Pasar Mayestik dan Pasar Blok M di Jakarta, Pasar Baltos di Kota Bandung, Pasar Modern BSD di Kota Tangerang Selatan, dan Pasar Modern 8 Alam Sutera di Kota Tangerang.
Kepala Pasar Wonodri Kota Semarang, Ahmad Munif menyampaikan, Pasar Wonodri mulai menerapkan uji coba pemakaian aplikasi PeduliLindungi. Pada Selasa (5/10), pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung pasar. Pihaknya mencatat ada sekitar 773 pedagang yang berjualan di Pasar Wonodri. Akan tetapi, baru ada sekitar 421 pedagang sudah menerima vaksinasi Covid-19.
“Pemilihan pasar langsung dari pemerintah pusat. Kami kemarin mengajukan kuota 500, ternyata ada yang sudah terjadwal vaksin di RT masing-masing. Jadi ada 421 pedagang yang menerima vaksinasi,” katanya, Rabu (6/10).
Persiapan uji coba, kata dia, sarana dan prasarana sudah mulai dilakukan. Termasuk koordinasi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang.
Munif menerangkan, penerapan uji coba akan dilakukan menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Soalnya pihak Kemenkes dan Kementerian Perdagangan akan melakukan peninjauan langsung terkait uji penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional.
Oleh sebab itu, ia akan memberikan sosialisasi kepada pedagang yang belum menerima vaksinasi. Bahkan selama ini, Munif secara rutin mengecek pedagang dan pembeli melalui aplikasi PeduliLindungi.
“Mereka yang belum vaksin, bukan berarti tidak boleh masuk. Tapi kami beri sosialisasi yang terbaik. Secara rutin, kami cek pedagang dan pembeli melalui aplikasi itu. Cuma memang belum ada QR codenya, ” ungkapnya.
Munif menambahkan, kedepannya aplikasi ini akan merambah ke pasar rakyat atau tradisional lainnya. Hal itu memberikan rasa aman bagi pengunjung dan pedagang di tengah pandemi. (dik/gih)










