Menerapkan Kehidupan Berdasarkan Nilai Islam

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat (AFIFUDIN/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Hari Santri Nasional menjadi refleksi untuk menerapkan pola pikir dan perilaku dalam kehidupan berdasarkan nilai Islam. Hal tersebut yang membuat momen ini bermakna untuk Pimpinan Daerah Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo menuturkan, sifat optimis adalah sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dengan didasari nilai Islam. Sifat tersebut yang selalu di pegang oleh pria yang lahir di Tegal pada tanggal 2 Oktober 1976. Ia berusaha menerapkan sifat optimis sejak masih muda, tepatnya saat jauh dari orang tua karena menjalani pendidikan di pesantren.

“Dari pesantren, saya belajar untuk selalu berpikir bisa. Sifat optimis itu yang sampai sekarang saya terapkan,” jelasnya.

Selama kurang lebih empat tahun mengenyam pendidikan di pondok pesantren Assalam Surakarta, ia banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman. Mulai dari kedisiplinan, rasa percaya diri, hingga berpikir optimis.

Menurutnya, hal tersebut yang kemudian membentuk karakternya hingga saat ini, di mana ia sampai pada titik tertinggi menjadi seorang pimpinan daerah.

“Pembelajaran pesantren tersebut sedikit banyak yang membantu saya hingga menjadi Bupati Pemalang saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat secara resmi tidak pernah menjadi santri yang hidup di pesantren. Akan tetapi, lingkungan pondok pesantren serta ilmu yang ia dapat ketika ikut bergabung mengaji, menjadikannya tidak asing dengan dunia pesantren.

Bahkan, saat menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di Jogja, ia masih kerap ikut ngaji di Pondok Pesantren Krapyak.

“Bagi saya, santri itu jiwa. Bagaimana pola pemikiran, perilaku dan tindakan kita berdasarkan pada nilai-nilai Islam. Sehingga, nilai tersebut yang akan menjadi pembatas apabila kita ingin melakukan keburukan, dalam hal profesi terutama,” imbuhnya. (fif/all)