PEMALANG, Joglo Jateng – Upaya mengembalikan kasus Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemerintah Kabupaten Pemalang dukung program Njuh Sekolah Maning. Melalui program ini, pemerintah kabupaten berharap ATS di Pemalang menurun.
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengatakan, bahwa situasi dan kondisi pandemi mengakibatkan banyak anak yang ditinggalkan orang tua karena Covid-19. Situasi tersebut menjadikan banyak anak yang tidak sekolah.
“Kami akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) supaya menganggarkan untuk program-program yang berkaitan dengan anak tidak sekolah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pihaknya juga sedang berupaya menghimpun data yang akurat dari tingkat desa terkait ATS. Sehingga data yang muncul nantinya bisa dipertanggungjawabkan validitasnya.
Ia berharap, program ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Ada desa yang sudah mengembangkan digitalisasi untuk mengajak anak yang tidak sekolah. Semoga sinergitas ini bisa menjadikan anak lebih semangat sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef) Provinsi Jawa tengah, Ermi Ndoen Ph.D, mengapresiasi inisiasi pemerintah Kabupaten Pemalang terhadap gerakan Njuh Sekolah maning. Apalagi secara data, Pemalang menjadi salah satu kabupaten dengan angka anak tidak sekolah tinggi di Jawa Tengah, sekitar 29 ribu.
Ia mengatakan, senang bisa bekerjasama untuk menggalakkan gerakan Njuh Sekolah Maning untuk mengembalikan anak untuk sekolah.
“Gerakan remaja hebat di Pemalang yang sudah di lakukan merupakan inisiasi yang pertama di Jawa Tengah. Kami berharap, ini bisa menjadi modal yang baik untuk Jawa Tengah dan Indonesia, serta beberapa gerakan-gerakan lain yang berfokus untuk pendidikan dan anak tidak sekolah di Pemalang,” imbuhnya. (fif/all)










