Kie Art Perkenalkan Tradisi dan budaya Sidareja di Bali

GEMULAI: Pemuda seni Kie Art saat tampil di Padma Resort Legian, Bali, dalam rangka memperkenalkan budaya Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Pemuda seni Kie Art Purbalingga memperkenalkan tradisi dan budaya Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga di Bali. Kegiatan ini diwujudkan dalam acara Gathering DUA Lighting Collective di Padma Resort Legian, Bali, pada Rabu (27/10).

Pegiat Kie Art, Gita Yohanna Thomdean mengungkapkan, pertunjukan perdana di Bali tersebut terwujud berkat peran serta pemilik sekaligus CEO DUA Lighting Collective, yakni Robby Permana Manas. Acara tersebut dihadiri 100 pebisnis dari berbagai wilayah Indonesia.

“Beliau sendiri beberapa waktu lalu datang langsung ke Desa Sidareja dan melihat secara langsung pelestarian budaya yang kami gagas bersama Mas Slamet Sentosa. Lalu beliau mengajak para pemuda seni Kie Art ,” ujarnya di Purbalingga, Minggu (31/10).

Pertunjukan dengan konsep “Eling” (ingat, red.) tersebut memperkenalkan budaya Desa Sidareja 111 tahun silam. Yakni berupa Tari Ujungan yang dikonversikan dengan keadaan saat ini. Di mana tarian tersebut sudah bukan lagi sebagai olahraga ketangkasan tradisional untuk merebut suatu daerah.

“Tetapi, Ujungan kini adalah untuk menghadapi keangkaramurkaan yang dimiliki oleh manusia, rasa iri, dan dengki yang seakan menjadi semakin memuncak hingga datangnya pandemi saat ini untuk membuat kita ‘eling’ atau ingat kepada kebesaran yang Maha Kuasa. Adapun koreografi tari ini gubahan dari seorang putra daerah Purbalingga, yakni Desi Indah Fitria,” jelasnya.

Pertunjukan diawali dengan tarian tunggal seorang wanita Jawa sebagai simbol dari Ibu Pertiwi yang sedang menangis dan berduka. Tarian diiringi dengan “sulukan” Jawa dari seorang tetua desa yang didampingi seorang gadis desa berambut panjang yang mengubahnya dalam puisi berbahasa Indonesia. Penggunaan puisi berbahasa Indonesia dilakukan mengingat tamu yang hadir berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.

“Lagu pengiring tarian tersebut diciptakan khusus oleh pemuda desa, Lintang Kencoro yang merupakan mahasiswa ISI Surakata sekaligus guru dalam memperkenalkan karawitan kepada seluruh pemuda desa yang selama ini tidak pernah mengenal alat karawitan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan lelang lukisan “Eling” yang merupakan karya kolaborasi antara Kie Kartun (Kie Art Cartoon School, red.) dan pelukis senior asal Purbalingga, Chune, sebagai salah satu bentuk apresiasi. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran karya Pendar Kartun Nusantara. Dimana merupakan kolaborasi Kie Kartun dan DUA Lighting Collective. (ara/ern)