PEMALANG, Joglo Jateng – Target percepatan vaksinasi Kabupaten Pemalang hingga akhir Oktober Minggu (31/10), belum mencapai 50 persen. Banyak masyarakat masih belum paham pentingnya vaksinasi. Bahwa vaksinasi tidak hanya untuk kepentingan pribadi, akan tetapi untuk meningkatkan herd immunity (kekebalan lingkungan sekitar).
Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pemalang sudah memaksimalkan percepatan vaksinasi dengan bersinergi untuk penyalurannya dengan beberapa pihak. Akan tetapi hal tersebut belum bisa mencapai target yang telah ditentukan. Dari data Dinas Kesehatan, warga Pemalang yang telah divaksin baru mencapai 43,19 persen.
“Ya kami telah memaksimalkan penyaluran vaksinasi sampai tingkat desa. Sudah kami sebar semua, dan pencapaian ini cukup bagus, per hari naik 2 persen walaupun belum mencapai target yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyaluran vaksin di masyarakat tersendat, karena masih ada sejumlah warga belum mau divaksin. Hal tersebut disebabkan sebagian dari mereka takut adanya efek samping setelah penyuntikan. Padahal pihaknya telah menjelaskan bahwa vaksin ini bagus dan tidak merusak tubuh.
“Setiap faskes sudah kami maksimalkan. Bahkan ada beberapa pusat vaksinasi bisa menghabiskan 1.000 sampai 2.000 dosis dalam sehari. Tapi kadang kala masih ada masyarakat yang belum sadar dan harus di oprak-oprak,” ungkapnya.
Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Pemalang, Yulies Nuraya menuturkan, bahwa ada beberapa masyarakat yang belum sadar pentingnya vaksin. Akibatnya pada 25 dan 28 Oktober ada dua warga Watukumpul positif Covid-19.
“Ya Minggu (31/10) itu ada dua orang warga yang positif, terus dirawat di RSUD Margono Purwokerto. Tapi sekarang sudah dibawa pulang dan terus di tracking nakes puskesmas setepat, aman,” tuturnya.
Ia menjelaskan, protokol kesehatan harus terus ditekankan. Sebab bila tidak, akan terjadi kasus serupa, walaupun pasien sudah vaksin. Pihaknya berharap untuk masyarakat bisa kerja sama agar terus membudayakan prokes dan mengajak orang tua, saudara, teman, dan tetangga agar melakukan vaksinasi.
“Vaksin ini perlu untuk melindungi tubuh dan bukan hanya diri kita saja. Tapi semua orang akan terlindungi jika kita mau vaksin. Prokes harus tetap dibudayakan. Dimulai dari lingkungan keluarga dan mengingatkan masyarakat apabila lupa tentang pentingnya prokes. Sebab vaksin bukan untuk meniadakan virus, namun sebagai perlindungan saja,” terangnya. (fan/all)










