Batang  

Belasan Jembatan Rusak, Perbaikan akan Dilakukan Bertahap

AMBRUK: Salah satu jembatan rusak parah yang berada di Kabupaten Batang, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN PRIBADI/JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Belasan jembatan di Kabupaten Batang dalam kondisi rusak berat dan butuh perbaikan. Sementara upaya perbaikan jembatan akan dilakukan bertahap setiap tahunnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, Endro Suryono menyebutkan, total ada 14 jembatan yang rusak parah. Dari total jumlah jembatan di Kabupaten Batang sebanyak 316.

“Ada 14 jembatan yang rusak dari total 316 jembatan yang ada di Batang,” ungkapnya di ruang kerjanya, Rabu (8/12).

Ia menyebutkan, perbaikan jembatan dilakukan bertahap setiap tahun. Seperti pada 2022, pihaknya berencana akan membangun dua jembatan. “Perbaikan kita lakukan bertahap setiap tahun. Tahun depan kita anggarkan dua jembatan, ” paparnya.

Pertama, DPUPR akan membangun jembatan Peturen di exit tol Basuki Rahmat. Nilai proyek pembangunan jembatan mencapai Rp 3,2 miliar. Lebar jembatan akan menjadi tujuh meter dari semula lima meter.

Kedua, pembangunan jembatan Sipung di Jalan Yos Sudarso. Pagu anggaran pembangunan mencapai Rp 700 juta.

“Sumber dana pembangunan keduanya murni berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang,” katanya.

Lalu pada 2023, pihaknya akan membangun jembatan Surodadi-Pujut senilai Rp 12 miliar. Bentang jembatan tersebut mencapai 60 meter. “Kalau kondisi jembatan lainnya rata-rata masih baik. Yang rusak hanya 14 jembatan itu,” pungkasnya. (cr1/all)