SEMARANG, Joglo Jateng – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta baitul mal wat tamwil (BMT) mampu memanfaatkan secara maksimal potensi pasar keuangan syariah yang tinggi di Indonesia. Pemaksimalan potensi ini dapat diwujudkan dengan mengikuti perubahan zaman.
Tak hanya itu, Teten menyebut, potensi pasar dapat dioptimalkan dengan mengedepankan compliance, turut serta fokus pada pemberdayaan koperasi UMKM, dan optimalisasi dana sosial Islam. Hal ini ia sampaikan pada Silaturahmi Nasional Perhimpunan BMT Indonesia di Kota Semarang, Kamis (9/12).
Pada acara yang dibuka resmi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin secara daring ini, Teten menyebut jika sinergi dan kolaborasi dengan BMT untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil di Indonesia harus terus ditingkatkan. Apalagi, keuangan Islam menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri keuangan global yang melampaui pasar keuangan konvensional.
Ia berharap para pelaku UKM bisa dikonsolidasikan dalam wadah koperasi yang kelembagaan koperasinya akan diperkuat. Sehingga mampu membeli produk anggota.
“Di sini, koperasi berperan sebagai offtaker, permodalan koperasi akan diperkuat LPDB KUMKM,” ujarnya.
Dengan demikian, pelaku UKM, petani, atau peternak, tidak lagi memikirkan pemasaran bagi produknya. Mereka bisa fokus untuk mengurus kebun dan kualitas produk.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan BMT Indonesia, Mursida Rambe memaparkan, pihaknya sudah memiliki anggota sebanyak 324 BMT. Dimana terdiri dari tiga juta orang anggota dan 1.315 kantor.
“Total aset kita Rp 12 triliun dan simpanan sebesar Rp 10 triliun, dengan jumlah pembiayaan BMT sudah mencapai Rp 7,82 triliun,” ujarnya.
Tahun depan, Perhimpunan BMT akan terus konsolidasi penguatan infrastruktur agar koperasi-koperasi anggota menjadi sehat, kuat, dan berkualitas. Untuk mencapai itu, ia merujuk beberapa hal yang harus dilakukan. Di antaranya standar kelembagaan koperasi terpenuhi, sesuai dengan peraturan yang ada, standar sumber daya manusia terpenuhi, sistem sosial bagus, digitalisasi sistem, sistem pengamanan anggota, hingga sistem permodalan.
“Maka, sinergisitas BMT harus terus dijaga dan dikembangkan,” tandasnya. (ara/ern)










