Wisata  

Taman Lele Punya Cerita Keramat

Taman Lele Semarang
UNIK: Patung lele di obyek wisata Taman Lele Semarang. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

MASYARAKAT Kota Semarang pasti tidak asing dengan obyek wisata Taman Lele. Destinasi di wilayah paling barat itu memiliki sejarah penamaan yang keramat pada abad 16.

Kepala UPTD Wisata Taman Lele, Sugianto mengatakan, konon zaman dahulu, ada seorang putri kerajaan bernama Raden Ayu Retno Dumilah yang merupakan bupati kedua Madiun pada tahun 1586. Ia adalah anak perempuan dari Pangeran Timur, bupati pertama Kota Madiun tahun 1568.

Lebih jauh, ia menceritakan bahwa pada suatu hari terjadi perang antara pasukan Raden Ayu Retno Dumilah melawan pasukan Joko Tingkir. Di tengah peperangan, Raden Ayu Retno Dumilah merenungkan nasib rakyatnya, yang terkena imbas dari perang yang terjadi. Dari situ, ia memutuskan untuk membuat perjanjian antara dirinya dengan Joko Tingkir agar mengakhiri perang.

Adanya itu, ia sadar bahwa perang membuat malapetaka bagi rakyatnya. Sehingga suatu hari, lanjut Sugianto, Raden Ayu Retno Dumilah meminta kepada Joko Tingkir untuk diperkenalkan dengan Sunan Kalijaga sekaligus guru dari Joko Tingkir.

“Hasil pertemuan dengan Sunan Kalijaga, Raden Ayu Retno Dumilah memutuskan untuk mendalami Agama Islam. Setelah itu, Raden Ayu Retno Dumilah memulai perjalanan dari Demak menuju Imogiri, Bantul, Yogyakarta untuk syiar atau menyebarkan agama Islam,” kata Sugianto, kenarin.

Saat perjalanan dari Demak menuju Jogja, Raden Ayu Retno Dumilah menemukan sendang. Ia langsung berhenti dan memutuskan untuk melakukan ibadah salat di dekat sendang tersebut. Namun, kata dia, ketika Ayu Retno Dumilah mau mengambil air wudhu di sendang tersebut, ia melihat ikan lele ghaib, yang bernama Lele Truno.

“Lele itu hanya terdiri dari tulang dan kepala. Namun ikan lele lain mengikuti di belakangnya,” ujarnya.

Melihat peristiwa itu, Sugianto mengatakan bahwa Raden Ayu Retno Dumilah spontan mengucapkan  “Sok yen ono rejo ning jaman, tanah iki tak jenengi taman lele“.

“Dan akhirnya benarlah ini jadi wisata Taman Lele, yang sekarang ramai dikunjungi banyak orang. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota,” jelasnya.

Dari perjalanan sejarah tersebut, kata dia, masyarakat sekitar wisata Taman Lele menyakini bahwa lewat perantara air sendang bisa membawa keberuntungan. “Ada juga yang percaya melalui perantara minum atau mandi menggunakan air sendang bisa menyembuhkan penyakit. Jadi sendang bersejarah ini terus kami rawat dan jaga kebersihannya,” paparnya.

Sementara, obyek wisata Taman Lele Semarang sekarang sudah berkembang cukup pesat. Terbukti, pengelola menyuguhkan fasilitas terbaru wisata Taman Lele selain ikan lele berukuran jumbo. Sekarang, pengunjung bisa menggunakan fasilitas kolam renang yang ada di objek wisata Taman Lele. (dik/gih)