Awal Tahun, Stok Beras Aman

RAWAT: Seorang petani saat hendak menggarap sawahnya di Desa Tambakrejo, beberapa waktu lalu (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Stok beras di Kabupaten Pemalang pada awal tahun 2022 dinyatakan aman. Dinas Pertanian Pemalang menilai hal tersebut lantaran hasil panen melimpah, meskipun sempat diterjang musim penghujan dan banjir. Di karenakan umur tanaman yang sudah cukup, membuat tanaman padi bertahan dari banjir dan hujan lebat .

Kepala Dinas Pertanian Pemalang Wahadi mengatakan, stok beras di awal tahun ini aman, dengan adanya panen yang melimpah. Meskipun sempat diterjang musim hujan di akhir 2021, yang menyebabkan banjir di sejumlah desa. Akan tetapi hal itu tidak berdampak besar terhadap tanaman padi, dan panen masih cukup banyak.

“Akhir tahun biasa cuaca hujan dan banjir sawah. Tapi tidak membuat hasil panen menurun jadi untuk stok beras masih cukup aman. Selain itu panen Pemalang sering kali surplus. Sehingga kabupaten atau kota lain sering mengambil hasil panen disini,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Darkup (78), petani asal Dusun Caur Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang mengatakan, hasil panen yang dimilikinya sering dibeli oleh pedagang asal Tegal. Hal tersebut karena letak desanya bersebelahan langsung dengan Kabupaten Tegal. Sehingga banyak tengkulak beras yang mencari sampai ke sana.

“Sering ada tengkulak yang kesini untuk membeli gabah hasil panen. Dan rata-rata berasal dari Tegal. Walaupun lebih banyak saya jual ke Pemalang, tapi ya ada yang saya jual ke orang Tegal. Intinya tergantung hargalah, siapa berani mahal saya jual,” ungkapnya.

Namun di musim penghujan akhir tahun lalu, panen yang didapatnya tidak sebanyak panen sebelumnya. Itu karena sawah miliknya tergenang air banjir, yang terjadi akibat meluapnya Sungai Rambut di akhir 2021.

Shanum Samsudin (36) pedagang beras di Pasar Pagi Pemalang mengatakan, harga beras di awal tahun ini mengalami kenaikan dari Rp10 ribu per kilo menjadi Rp11 ribu per kilo. Ia melihat kenaikan ini terjadi, sebab perayaan tahun baru lalu. Di mana harga bahan pokok naik.

“Sudah biasa setiap tahun di perayaan tahun baru pasti barang semua naik, dan itu juga terjadi untuk harga beras. Untuk beras jenis sadon itu Rp12 ribu per kilo, naik seribu per kilo. Dan untuk beras anyar juga sama dari Rp10 ribu per kilo menjadi Rp11 ribu per kilo itu untuk eceran,” paparnya. (fan/all)