Kapasitas PTM Sekolah hanya Setengah

JAGA JARAK: Pembelajaran tatap muka di SD Negeri 2 Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Semua jenjang sekolah di Kabupaten Rembang masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 50 persen. Meskipun kabupaten setempat sudah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua.

“Hingga kini semua sekolah memang masih menerapkan PTM 50 persen. Semua siswa tetap bisa masuk setiap hari,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Achmad Sholchan belum lama ini.

Ia menuturkan, semua sekolah tetap diminta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Yakni untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan virus corona. Meskipun sekolah masih menerapkan PTM terbatas itu. Di antaranya, siswa yang datang ke sekolah wajib mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sementara untuk bisa menerapkan PTM 100 persen, pihaknya mengaku masih menunggu Pemkab setempat menerapkan PPKM level satu. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa menerapkan PPKM level satu. Sehingga pembelajaran tatap mukanya bisa 100 persen kapasitas siswanya,” ujarnya.

Adanya dukungan dari berbagai pihak untuk melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 6-11 tahun, diharapkan saat penerapan PTM 100 persen semua siswa sudah vaksin. Sehingga pembelajaran di sekolah juga mendapat jaminan keamanan dari kemungkinan penularan virus corona.

Selain itu, Kepala SD Negeri 2 Gunungsari Kaliori Djuwati mengungkapkan, semua siswa di sekolahnya mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari. PTM ini dilaksanakan dengan pembagian jam pelajaran sesuai shift yang berlaku.

Untuk shift pertama, mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00 WIB. Sedangkan shift kedua dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. Pelaksanaan PTM berkapasitas 50 persen siswa tersebut, dimulai sejak bulan November lalu.

Hal itu disambut gembira oleh siswa. Karena pembelajaran secara daring cenderung membosankan. Terlebih orang tua juga tidak bisa beraktivitas dengan leluasa karena harus ikut mengawasi anaknya selama daring.(ara/ziz)