KUDUS, Joglo Jateng – Musim hujan di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai puncaknya antara Januari hingga Februari 2022. Hal tersebut mengakibatkan sebagian harga bahan makanan naik. Beberapa di antaranya adalah bawang putih, bawang merah, dan gula pasir.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Kliwon, Wati (55) mengatakan, naik turunnya harga bahan pangan selama musim penghujan memang wajar terjadi. Namun demikian, ia menyebutkan bahwa perubahan harga kali ini tidak terlalu signifikan.
“Beberapa barang ada yang naik, tapi ada juga yang turun. Sudah biasa kalau musim hujan seperti sekarang. Bawang putih yang biasanya kisaran Rp 25.000 – Rp 27.000 sekarang naik jadi Rp 30.000. Bawang merah juga naik, yang tadinya paling hanya Rp 22.000 jadi Rp 27.000 per kilonya. Gula pasir sama juga naik jadi Rp 14.000 dari Rp 12.500,” terangnya, Selasa (1/2).
Sementara itu, cabai rawit yang harganya sempat meroket beberapa waktu lalu saat ini sudah kembali normal. “Sekarang cabai rawit itu malah turun lagi, Selasa (1/2) harganya sempat tinggi sampai Rp 85.000 per kilogram. Tapi sekarang sudah turun lagi, sudah normal jadi Rp 30.000,” ungkapnya.
Kepala Disperdag Kudus Sudiharti, melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayitno menjelaskan, naik turunnya harga bahan pangan memang wajar terjadi. Terlebih saat musim hujan. Akan tetapi, masyarakat diimbau agar tidak khawatir dengan fluktuasi harga yang terjadi.
“Musim hujan seperti ini wajar saja kalau harga naik turun. Karena di tingkat petani juga pasti mengalami kendala saat panen. Tapi tidak perlu khawatir, stok pangan di Kudus untuk beberapa bulan ke depan bisa dipastikan aman,” pungkasnya. (abd/fat)










