Libur Imlek, Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta Meningkat

wisata hutan Pinus pengger, Bantul, Yogyakarta
DOKUMENTASI: Pengunjung sedang menikmati pemandangan di wisata hutan Pinus pengger, Bantul, Yogyakarta. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

KOTA, Joglo Jogja – Jumlah pelaku wisata di Kota Yogyakarta meningkat pada libur tahun baru Imlek 2022. Bahkan, okupansi atau tingkat keterisian hotel mencapai 60 persen dibanding hari biasa.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, dari hasil koordinasi dengan PHRI pemesanan kamar hotel mencapai sekitar 60 persen saat libur Imlek. Padahal, pihaknya juga masih menunggu kepastian aturan pemerintah terkait wisata.

“Ternyata angka wisatawan naik cukup tinggi. Itu tidak terjadi pada beberapa tahun baru Imlek sebelum mengalami pandemi Covid-19,” ungkapnya, beberapa hari lalu.

Lebih jauh, banyaknya pelaku wisata yang datang menurutnya dikarenakan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah angka Covid-19 di Kota Yogyakarta yang rendah dan terkendali.

Minimnya kasus Covid-19 di Yogyakarta bukan menjadi alasan untuk lengah. Pasalnya, beberapa waktu terakhir jumlah kasus positif Covid-19 mulai meningkat.

“Ada kecenderungan kenaikan kasus Covid-19. Ini menjadikan persiapan kewaspadaan bagi pengelola jasa pariwisata,” lanjutnya.

Untuk menghindari paparan transmisi lokal Covid-19, menurutnya ada beberapa langkah yang akan dilakukan di tempat usaha jasa wisata. Terutama agar puncak varian omicron yang diprediksi para pakar pada Februari ini, tidak terjadi di Kota Yogyakarta.

Upaya lain seperti one gate system, hingga himbauan kepada pengelola hotel dan wisata juga dilakukan. Agar mereka bisa menaati aturan yang telah ditetapkan.

“Semuanya harus bersinergi. Pengelola wisata misalnya, begitu ada kerumunan agar dibubarkan atau dialihkan ke tempat lain,” pungkasnya.  (fif/bid)