SINTANG, Joglo Jateng – Tanggul penahan banjir (geobag) di bantaran Sungai Melawi yang dibangun Kementerian PUPR di Kelurahan Ladang Sintang Kalimantan Barat, jebol. Peristiwa ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.
Koordinator tanggap darurat PT Wika, Daniel mengungkapkan, tanggul penahan banjir tersebut memiliki kepanjangan 5,3 kilometer. Beberapa area geobag diketahui mengalami penurunan.
“Dari 5,3 kilometer tanggul penahan banjir ada penurunan area sekitar 200 meter atau sekitar 4 persen, jadi butuh penanganan khusus,” ujarnya di lokasi Geobag Kelurahan Ladang Sintang, Rabu (2/2).
Terdapat tiga titik tanggul yang jebol. Terkait hal tersebut, Daniel menyebut pihaknya akan mengambil tanggung jawab penuh.
Penurunan geobag, imbuh dia, itu hal yang wajar. Untuk selanjutnya akan segera diperbaiki. Namun, pengerjaan akan menjadi masukan di tahap lanjutan sehingga kedepannya bisa fokus dan tepat sasaran.
Sementara itu, penahan banjir tanggap darurat (geobag) di Kabupaten Sintang sudah mencapai 100 persen.
“Untuk pengerjaan sudah finishing, jadi mana yang kurang akan kita perbaiki. Kita juga ada program pemadatan pasir batu untuk area bahu jalan sehingga jalan yang sempit bisa bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Tokoh pemuda Kampung Ladang, Syahroni, mengharapkan pihak kontraktor dapat segera memperbaiki geobag yang jebol ini dengan serius. Agar program pemerintah tersebut bisa berdampak baik terhadap banjir di Sintang.
“Harapan kita pemerintah bisa mengevaluasi program yang tepat untuk penanganan banjir di Sintang,” pintanya. (ara/ern)










