PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Pemerintah Kabupaten Pemalang mengadakan malam refleksi bersama insan pers kabupaten. Karena dalam kondisi kasus Covid-19 yang sedang meningkat saat ini, kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dalam sambutannya mengucapkan selamat hari pers nasional bagi segenap insan pers di Indonesia terutama Pemalang. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah kabupaten sebagai dukungan terhadap kemajuan pers dan kebebasan berpendapat. Demi terwujudnya Indonesia Maju dan Kabupaten Pemalang yang AMAN (Adil, Makmur, Agamis dan Ngangeni).
“Bertambahnya usia ini, segenap insan pers di Indonesia, maupun di Kabupaten Pemalang dapat konsisten mempertahankan eksistensi dan peran strategisnya. Dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional maupun program pembangunan daerah,” terangnya di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (8/2).
Ia menambahkan, seperti yang diketahui bersama, HPN diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari. Peringatan HPN ini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional (HPN) yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.
Lebih lanjut, Agung berharap, insan pers dapat menjadi tameng berita hoax yang tersebar di masyarakat. Terutama hoax yang berkaitan dengan pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah maupun program penanganan Covid-19.
“Saya berharap, insane pers dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam mewartakan berbagai progres pelaksanaan program unggulan pembangunan daerah. Seperti Dewi (Desa Wisata), Dedi (Desa Digital), Desi (Desa Sinergi) dan Koin (Kota Industri). Hal tersebut, mengingat Kabupaten Pemalang saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan berbagai macam potensi yang ada. Baik sumber daya alam, wisata, budaya maupun potensi lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemalang Yanuar sebagai penyelenggara mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan peserta yang terbatas. Hal itu dilakukan karena melihat penambahan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini.
“Kami batasi untuk peserta hanya 50 orang saja. Terdiri dari wartawan, tokoh masyarakat dan forkopimda. Dengan prokes ketat, agar mengurangi potensi penularan yang ada,” tuturnya. (fan/all)










