Pemkot Yogyakarta Siapkan Anggaran Untuk Pasien Karantina

DOKUMENTASI: Bangunan rusun Gemawang yang siap dibuka kembali untuk shelter isolasi Covid-19 jika diperlukan. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

KOTA, Joglo Jogja – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta memaksa shelter karantina terpusat kembali terisi. Hampir setengah miliar, anggaran disiapkan untuk keperluan pasien di tempat isolasi.

Kasi Perlindungan Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Thissani Indian Musi membenarkan hal tersebut. Meskipun penanganan Covid-19 tidak hanya tanggungjawab dinas sosial.

“Yang menjadi kewenangan kami adalah kebutuhan makan. Termasuk yang di shelter isolasi. Untuk anggaran shelter sendiri sekitar Rp300 juta lebih,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, secara rinci ia menyebutkan kebutuhan pasien yang menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat. Rincian tersebut meliputi anggaran makan dan minum senilai Rp328.500.000. kemudian anggaran makanan tambahan sejumlah Rp32.850.000.

Selain itu, masing-masing pasien juga mendapat dua air mineral kemasan 1,5 liter. Dengan anggaran Rp65.700.000. pihaknya juga menyediakan keperluan pribadi masing-masing pasien isolasi sebesar Rp14.000.000.

“Keperluan harian tersebut meliputi sabun mandi, pasta gigi, detergen, sikat gigi, dan tisu kering. Kami menganggarkan untuk kapasitas maksimal di shelte,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans, Supriyanto menambahkan, saat ini ada 26 pasien yang menjalani isolasi di Rusunawa Bener. Pasien tersebut akan mendapat tiga kali makan dan makanan tambahan setiap hari.

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan kepada warga Kota Yogyakarta yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Hingga saat ini ada 45 warga Kota Yogyakarta yang telah mendapat bantuan tersebut.

“Semuanya makanan siap makan. Untuk shelter oleh Tagana. Sedangkan untuk yang isoman, kami kerjasama dengan Gandeng Gendong,” Pungkasnya. (fif/bid)