PEMALANG, Joglo Jateng – Bupati Pemalang optimistis tahun 2022 Pemalang bebas dari area blankspot (tidak ada jaringan internet). Dalam rangka mewujudkannya serta mendorong program Desa Digital (Dedi), Bupati Pemalang gandeng operator seluler untuk menambah jangkauan jaringan internet di wilyah blankspot.
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, pihaknya menargetkan penuntasan permasalahan tersebut dapat selesai pada akhir 2022 ini. Untuk itu pihaknya melakukan kerja sama dengan operator seluler sebagai penyedia jasa jaringan internet untuk menjangkau wilayah blankspot.
“Kami optimististis bisa menuntaskan persoalan blankspot di Pemalang. Dan menargetkan tahun ini selesai. Kami akan memfasilitasi pihak operator seluler, apa saja yang dibutuhkannya,” terangnya di Peringgitan Rumah Dinas Bupati, Rabu (23/2).
Ia mengatakan, pihaknya optimistis setelah adanya kunjungan dari Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, Kemenko Polhukam RI, Marsma TNI Sigit Priyono. Yang mana pihaknya telah mengirim surat pengajuan penyelesaian area blankspot sejak 2021.
“Pemkab Pemalang sudah mengirim surat dari tahun lalu. Dan sebelum kunjungan, kami melakukan komunikasi terlebih dahulu, tentang penyelesaian blankspot dan disepakati bersama untuk diselesaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, karena daerah blankspot ini termasuk wilayah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal), harapannya upaya ini dapat mewujudkan program peningkatan potensi daerah.
“Upaya kami juga untuk mendukung terwujudnya salah satu program unggulan, yaitu Dedi. Dengan tidak adanya blankspot, masyarakat dapat mengakses jaringan internet dengan mudah,” imbuhnya.
Dari data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemalang, total ada enam desa yang tersebar di daerah punggung Pemalang belum terjangkau jaringan internet. Dari Kecamatan Bodeh yaitu Desa Longkeyang, Gunungbatu, dan Parunggalih. Kecamatan Pulosari terdiri dari Desa Jurangmangu, Gunungsari dan Gambuhan. (fan/all)










